
Bupati Sragen Sigit Pamungkas (Tengah) berfoto bersama Kepala SMA Unggulan Rushd Masaran dan Ketua Yayasan Pendikan SMA Unggulan Rushd, Minggu (12/7/26).
SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengajak para pelajar mempersiapkan diri menghadapi perubahan geopolitik dunia menuju Era Indo-Pasifik. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan di hadapan ratusan peserta didik baru SMA Unggulan Rushd Masaran, Kabupaten Sragen, Minggu (12/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Sigit mengungkapkan hasil perbincangannya dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X ketika berkunjung ke Sragen beberapa waktu lalu. Menurutnya, Sri Sultan menyampaikan bahwa Era Atlantisis telah berakhir dan kini dunia memasuki Era Indo-Pasifik, sebuah periode yang menempatkan kawasan Asia, termasuk Indonesia, sebagai pusat pertumbuhan dan pengaruh global.
Ia menjelaskan, Era Indo-Pasifik merupakan pergeseran pusat geopolitik dan geoekonomi dunia dari kawasan Atlantik menuju wilayah yang menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Kawasan tersebut kini menjadi pusat aktivitas perdagangan internasional sekaligus arena strategis bagi kekuatan-kekuatan besar dunia.
Menurut Sigit, perubahan tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran yang lebih penting di tingkat global. Karena itu, generasi muda yang saat ini duduk di bangku sekolah menengah atas menjadi fondasi utama dalam menyongsong masa depan bangsa.
"Saya berdiri di hadapan generasi masa depan Indonesia. Saya melihat semangat, kemampuan, dan potensi besar yang akan membawa Indonesia semakin diperhitungkan di dunia," ujar Sigit.
Ia juga menegaskan bahwa para siswa tidak hanya sedang menempuh pendidikan bersama teman-teman sekelasnya, tetapi kelak akan menjadi pemimpin, profesional, pengusaha, maupun tokoh bangsa yang berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Sigit turut mengapresiasi prestasi SMA Unggulan Rushd yang dinilai telah mengharumkan nama Kabupaten Sragen di tingkat nasional. Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Sragen telah menyetujui usulan perluasan lahan sekolah untuk menunjang pengembangan fasilitas pendidikan.
Bupati juga mengungkapkan bahwa dari 175 siswa baru yang diterima tahun ini, hanya sekitar 20 orang berasal dari Sragen, sedangkan mayoritas lainnya datang dari berbagai daerah di Indonesia. Kondisi itu menunjukkan bahwa Sragen kini telah berkembang menjadi salah satu tujuan pendidikan yang diminati, salah satunya berkat keberadaan SMA Unggulan Rushd yang berada di bawah pembinaan Achmad Zaky Syaifudin, mantan CEO Bukalapak.
Selain itu, Sigit menyinggung penetapan Sekolah Garuda di Sragen oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Menurutnya, kehadiran sekolah tersebut akan menjadi pemacu lahirnya lebih banyak lembaga pendidikan berkualitas di Kabupaten Sragen.
Tak hanya dikenal sebagai pusat pendidikan, Sigit menilai Sragen juga memiliki nilai sejarah yang sangat penting. Ia menjelaskan bahwa kawasan Sangiran menjadi lokasi ditemukannya lebih dari separuh fosil manusia purba di dunia sehingga Sragen dikenal sebagai The Land of Java Man.
Ia juga mengingatkan bahwa Sragen memiliki hubungan historis yang erat dengan berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Bahkan, saat berkunjung ke Sragen, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut Sragen sebagai "saudara tua" Yogyakarta karena memiliki keterkaitan sejarah dengan perjuangan Pangeran Mangkubumi yang kemudian menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono I.
Menutup sambutannya, Sigit berharap para siswa SMA Unggulan Rushd mampu meraih prestasi setinggi mungkin, baik sebagai pemimpin perusahaan global, menteri, direktur BUMN, maupun profesi strategis lainnya. Ia ingin para lulusan sekolah tersebut menjadi generasi yang mampu membawa nama baik Sragen sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia di masa depan.
(Joko S)
KALI DIBACA
