Dua Kelompok Remaja Berselisih, Satu Korban Luka Tembak Airsoftgun - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Dua Kelompok Remaja Berselisih, Satu Korban Luka Tembak Airsoftgun

Monday, 5 October 2026
Polres Sragen Tangani Perselisihan Dua Kelompok Remaja di Sragen, Barang Bukti Airsoft Gun Diamankan, Jumat (2/10/26) malam.

SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Perselisihan antara dua kelompok remaja di kawasan Ring Road Utara, tepatnya di wilayah Tegrat, Nglorog, Sragen, Jumat (2/10/2026) malam, berujung pada aksi penembakan menggunakan airsoft gun dan pengeroyokan. Dalam kejadian tersebut, seorang remaja mengalami luka tembak pada bagian paha, sementara remaja yang membawa airsoft gun justru menjadi korban pengeroyokan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Peristiwa tersebut bermula ketika dua sepeda motor yang masing-masing ditumpangi dua remaja berpapasan di sebelah barat persimpangan Warung Ayu, Nglorog. Saat berpapasan, terjadi perselisihan di antara kedua kelompok.

Dalam situasi tersebut, salah seorang remaja diketahui membawa airsoft gun dan kemudian menembakkannya ke arah kelompok lawan. Tembakan tersebut mengenai paha salah satu remaja hingga proyektil dilaporkan bersarang di bagian tubuh korban.

Remaja yang terkena tembakan bersama rekannya kemudian mengejar dua remaja yang membawa airsoft gun. Pengejaran berlanjut hingga kawasan Tegrat, Nglorog.

Setibanya di lokasi, kedua kelompok terlibat perkelahian. Dalam keributan tersebut, salah seorang remaja bahkan sempat terjatuh ke saluran air.

Situasi kemudian semakin memanas setelah sekelompok remaja lain datang dari arah timur. Diduga terprovokasi oleh keributan yang terjadi, mereka turut melakukan pengeroyokan terhadap remaja yang sebelumnya membawa airsoft gun.

Akibat pengeroyokan itu, remaja tersebut mengalami luka dan harus menjalani rawat inap di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro (RSSP) Sragen.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kasatreskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa serta peran masing-masing pihak.

“Beberapa pihak sudah kami mintai keterangan. Sementara belum ada yang ditahan. Semua masih dilepaskan karena masih dalam rangka penyelidikan untuk pendalaman kasus. Kami masih mendalami posisi perkara yang jelas seperti apa,” ujar Catur saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2026).

Catur menjelaskan, terdapat dua kelompok remaja yang terlibat dalam perselisihan tersebut. Seluruh pihak yang terindikasi terlibat diketahui masih berusia anak-anak sehingga penanganannya dilakukan dengan mempertimbangkan ketentuan yang berlaku terhadap anak.

Terkait korban luka, Catur membenarkan terdapat seorang remaja yang mengalami luka akibat tembakan airsoft gun di bagian paha. Namun, kondisi korban tersebut disebut tidak mengalami masalah serius.

Sementara itu, remaja yang diduga membawa airsoft gun justru menjadi korban pengeroyokan dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Yang membawa airsoft gun dipukuli bersama-sama. Awalnya ada dua orang, salah satunya membawa airsoft gun dan menembaki salah satu remaja. Mereka yang terkena tembakan kemudian mengejar, lalu terjadi pengeroyokan. Akhirnya remaja yang menjadi korban pengeroyokan dibawa ke rumah sakit,” jelas Catur.

Dalam penanganan perkara tersebut, polisi telah mengamankan airsoft gun yang diduga digunakan saat kejadian. Kasus selanjutnya ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sragen mengingat pihak-pihak yang terlibat masih berusia anak-anak.

Polisi juga masih melakukan profiling terhadap seluruh remaja yang berada dalam rangkaian kejadian tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kronologi secara menyeluruh sekaligus menentukan posisi hukum masing-masing pihak.

Hingga Senin (5/10/2026), belum ada pihak yang ditahan. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan mendalami bukti-bukti yang ada sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Catur menegaskan, polisi masih berupaya mengurai duduk perkara secara menyeluruh agar penanganan kasus tidak hanya melihat satu sisi kejadian. Terutama karena insiden tersebut melibatkan aksi penembakan menggunakan airsoft gun yang kemudian berlanjut menjadi pengeroyokan. (Joko S)

KALI DIBACA