Pemprov Jateng Fokus Padamkan Karhutla Lawu-Sumbing Lewat Darat dan Jalur Udara - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Pemprov Jateng Fokus Padamkan Karhutla Lawu-Sumbing Lewat Darat dan Jalur Udara

Saturday, 24 October 2026


Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas Catursari.


SEMARANG, WARTAGLOBAL.id --
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama relawan dan TNI/Polri terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar, serta Gunung Sumbing di Kabupaten Wonosobo, Magelang, dan Temanggung. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara, dengan fokus melindungi sumber air bagi warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, perkiraan luas wilayah terdampak karhutla di Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, mencapai sekitar 490 hektare.

Sementara itu, di kawasan Gunung Sumbing, luas wilayah terdampak di Kabupaten Wonosobo diperkirakan mencapai 300 hektare, dan di Kabupaten Magelang sekitar 16,2 hektare. Adapun luas wilayah terdampak di Kabupaten Temanggung masih dalam penghitungan.

Dia menjelaskan, pemadaman karhutla di Gunung Lawu telah dibantu dengan metode water bombing, atau penyiraman air menggunakan helikopter. Menurut Bergas, metode tersebut cukup efektif untuk mengurangi titik api.

“Untuk hari ini sudah mengalami penurunan, karena sudah dilakukan beberapa kali upaya penanganan, baik dari jalur darat maupun dari jalur udara,” ujarnya saat konferensi pers, di Coworking Space Kantor Gubernur, Kamis (22/10/2026) sore.

Melihat perkembangan tersebut, imbuh Bergas, opsi pemadaman melalui udara di Gunung Sumbing juga tengah dikaji. Namun, penerapan metode water bombing memerlukan kajian teknis yang matang.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan antara lain penetapan status tanggap darurat, ketersediaan sumber air, jarak sumber air dari lokasi kebakaran, serta kondisi cuaca. Karena itu, pihaknya tengah mengurus perizinan penggunaan helikopter, untuk membantu pemadaman di kawasan Gunung Sumbing.

“Dukungan yang kita berikan berupa peralatan masker, pompa punggung sudah kami berikan. Dari Dinsos juga sudah memberikan logistik untuk personel. Dari teman-teman (dinas) kesehatan juga telah memberikan pemeriksaan kesehatan bagi teman-teman personel,” urainya.


Bergas menambahkan, upaya penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pembuatan sekat bakar dan perlindungan sumber air bagi warga di kawasan gunung.

Fokusnya memang selain pemadaman, pembuatan ilaran (sekat bakar) dan menjaga sumber air bagi warga yang ada di gunung,” urainya.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Basya Radyananda mengatakan, pihaknya mendukung penuh upaya Pemprov Jateng dalam menangani karhutla tersebut. Dukungan itu diwujudkan, antara lain, melalui kunjungan Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Polisi Roy Hardi Siahaan ke lokasi kebakaran.

Selain itu, Roy Hardi juga menjalin komunikasi dengan Mabes Polri dan Mabes TNI, untuk mendukung pengerahan helikopter, guna melakukan water bombing di Gunung Lawu.

“Ini sudah berproses dan insyaallah dalam waktu dekat izin relokasi helikopter itu bisa dilakukan, maka helikopter itu dari Gunung Lawu akan ke Gunung Sumbing,” pungkas Basya.

Perlu diketahui, Awal Kejadian karhutla di Gunung Lawu mulai terdeteksi sejak Kamis, 15 Oktober 2026. Awalnya area yang terdampak berada di wilayah KPH/Perhutani mencapai 34,55 hektare (Petak 28B, 28C, 28D, dan 32A).

Semakin hari, karhutla terdeteksi merambat ke beberapa titik. Pada 16-17 Oktober titik api mulai terdeteksi memasuki wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I (Petak 63) dengan perkiraan luas terdampak sekitar 50 hektare. Kemudian, pada 20 Oktober 2026, pergerakan api dilaporkan telah mencapai kawasan Hargodalem, Geger Boyo, dan Selo Penangkep.

Guna mengatasinya sekitar 350 personel gabungan Perhutani, Balai Tahura, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, LMDH, MPA, MMP, Pokdarwis, serta relawan masyarakat melakukan pemadaman melalui darat.
Sementara itu, karhutla di Gunung Sumbing mulai terdeteksi di petak 29 RPH Kleseman BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara pada Senin (19/10/2026) di ketinggian 2.500-2.709 MDPL. 

Api lantas merembet ke wilayah Kabupaten Temanggung di Desa Batursari, Kecamatan Kledung, pada 20 Oktober 2026.
Penanganan Karhutla pada Gunung Sumbing dilakukan dengan unsur gabungan Perum Perhutani, BPBD Wonosobo, BPBD Temanggung, TNI/Polri, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IX, Basarnas, pemerintah setempat, pengelola Basecamp Azora dan Gajah Mungkur, serta relawan gabungan. (Han)

KALI DIBACA