Ribuan Pendekar Silat Hadiri Festival Pendekar Nusantara 2026, Bupati Sragen; Lestarikan Budaya Bangsa - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Ribuan Pendekar Silat Hadiri Festival Pendekar Nusantara 2026, Bupati Sragen; Lestarikan Budaya Bangsa

Sunday, 25 October 2026
Festival Pendekar Nusantara 2026 Diikuti Ribuan Pesilat dari 17 Perguruan Pencak Silat di Sragen, Sabtu (24/10/26).

SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Sebanyak 3.000 pendekar dari 17 perguruan pencak silat mengikuti Festival Pendekar Nusantara 2026 di halaman Kantor Terpadu Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen, Sabtu (24/10/2026).

Rangkaian acara diawali dengan karnaval pendekar pada Sabtu sore, dengan rute dari Gedung Kartini menuju halaman Kantor Terpadu Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen. Para peserta menampilkan identitas dan kekhasan perguruan masing-masing.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, mengatakan festival ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan upaya merawat warisan leluhur, memperkenalkan kekayaan budaya bangsa, dan menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.

“Pendekar sejati bukan hanya orang yang kuat dalam bertarung, tetapi juga mampu mengendalikan diri. Kekuatan yang dimiliki harus digunakan untuk melindungi, menolong, dan membawa kebaikan bagi sesama,” katanya.

Ia menegaskan, seni bela diri harus menjadi sarana pembentukan karakter dan penumbuhan kecintaan terhadap tanah air. Perbedaan perguruan dan aliran, menurutnya, perlu disikapi dengan saling menghormati.

“Berbeda perguruan bukan berarti bermusuhan, berbeda aliran bukan berarti terpecah belah. Kita boleh berbeda dalam gerakan dan tradisi, tetapi tetap satu dalam semangat persaudaraan dan kecintaan kepada Kabupaten Sragen serta Indonesia,” tegasnya.

Bupati Sigit juga mengajak para pendekar dan generasi muda untuk terus melestarikan budaya, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadi pribadi yang tangguh, rendah hati, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sragen, Agus Winarno, menyampaikan bahwa festival ini juga menargetkan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui gerakan serentak dengan jurus khas masing-masing perguruan pencak silat.

Menurut Agus, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat kerukunan antar anggota perguruan sekaligus mendukung kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Sragen.

Selain menjadi wadah pelestarian seni bela diri tradisional sekaligus penguatan karakter dan kerukunan antar perguruan, festival ini turut mendorong pergerakan ekonomi melalui kehadiran stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik warga perguruan pencak silat maupun masyarakat umum.

(Joko S)

KALI DIBACA