Tiga Siswa MTsN 1 Jepara Siap Harumkan Kota Ukir pada OMI 2026 Tingkat Provinsi Jateng - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Tiga Siswa MTsN 1 Jepara Siap Harumkan Kota Ukir pada OMI 2026 Tingkat Provinsi Jateng

Tuesday, 6 October 2026
Tiga Siswa MTsN 1 Jepara Raih Prestasi Tingkat Kabupaten, Melaju ke OMI Jateng 2026.

JEPARA, WARTAGLOBAL.id --
Prestasi pendidikan madrasah kembali mendapat panggung penting melalui pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung pada 5–6 Oktober 2026. Mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju”, ajang bergengsi ini menjadi wadah lahirnya generasi madrasah yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam karakter, dan berdaya saing tinggi.

Dari Kabupaten Jepara, tiga siswa terbaik dari MTsN 1 Jepara berhasil melangkah ke tingkat provinsi setelah meraih prestasi pada seleksi tingkat kabupaten. Mereka adalah Muhammad Arfa Lutfi Saputro (Juara 1 IPS), Joakimia Haidar Alfatra (Juara 1 IPA), dan Erica Maheswari (Juara 3 Matematika).

Keikutsertaan ketiga siswa tersebut menjadi bukti bahwa budaya akademik, literasi, dan riset yang selama ini dibangun MTsN 1 Jepara terus melahirkan talenta-talenta muda yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.



Tafrikan: Prestasi Adalah Buah dari Proses dan Ketekunan

Kepala MTsN 1 Jepara, Tafrikan, menegaskan bahwa madrasah telah melakukan berbagai persiapan secara terarah sejak para siswa dinyatakan lolos ke tingkat provinsi.

“Pendalaman materi, latihan soal, evaluasi, hingga penguatan mental terus kami lakukan. Kami ingin mereka tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dan ketangguhan dalam menghadapi kompetisi,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Tafrikan, lolosnya tiga siswa ke tingkat provinsi merupakan capaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan bahwa potensi akademik siswa madrasah terus berkembang.

“Keberhasilan ini bukan semata tentang medali. Yang lebih penting adalah proses belajar, kedisiplinan, kerja keras, dan keberanian untuk berkompetisi. Prestasi lahir dari proses panjang yang dijalani dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa ketiga peserta memiliki karakter dan keunggulan berbeda. Erica Maheswari mewakili bidang Matematika, Joakimia Haidar Alfatra pada bidang IPA, dan Muhammad Arfa Lutfi Saputro pada bidang IPS.

“Mereka memiliki kemampuan akademik yang baik serta semangat belajar yang tinggi. Kami berharap OMI menjadi pengalaman berharga untuk terus berkembang dan menumbuhkan mental juara,” katanya.

Madrasah Bangun Integrasi Islam, Sains, dan Kepedulian Lingkungan

Tafrikan menilai tema OMI tahun ini sangat relevan dengan arah pengembangan pendidikan madrasah saat ini.

“Di MTsN 1 Jepara, kami tidak memisahkan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman. Sains menjadi sarana memahami kebesaran Allah, sementara nilai agama mengajarkan tanggung jawab menjaga lingkungan dan kehidupan sosial,” jelasnya.

Nilai-nilai tersebut diterapkan melalui pembelajaran, kegiatan riset, budaya literasi, serta pembiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan.

Menurutnya, pendidikan madrasah harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap masa depan bumi.

Kemenag Jepara: OMI Bukti Madrasah Mampu Bersaing

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, H. Akhsan Muhyiddin, menyebut OMI sebagai momentum strategis untuk menunjukkan kualitas pendidikan madrasah.

“OMI bukan sekadar perlombaan. Ini adalah kawah candradimuka yang mengasah kemampuan berpikir kritis, sains, inovasi, dan nilai-nilai keislaman peserta didik. Madrasah harus unggul dalam agama, sains, dan teknologi secara bersamaan,” tegasnya.

Menurut Akhsan, keberhasilan siswa-siswa Jepara menembus tingkat provinsi merupakan hasil kerja keras bersama antara siswa, guru, orang tua, madrasah, dan Kementerian Agama.

“Ini bukan hanya kebanggaan Kemenag, tetapi kebanggaan seluruh masyarakat Jepara. Anak-anak madrasah dari Kota Ukir mampu bersaing dengan madrasah unggulan dari berbagai daerah di Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kemenag Jepara memberikan dukungan penuh melalui pemetaan talenta, pembinaan berjenjang, pendampingan akademik, serta penguatan motivasi kepada para peserta.

“Kami tidak ingin mencetak generasi yang hanya kuat dalam agama tetapi lemah dalam sains, atau unggul dalam sains namun miskin akhlak. Madrasah harus melahirkan generasi Ulul Albab yang kuat iman, tajam nalar, dan mulia akhlaknya,” katanya.


Membangun Budaya Prestasi dan Optimisme Anak Madrasah

Akhsan juga berpesan kepada para peserta agar tetap percaya diri dan tidak merasa minder sebagai siswa madrasah.

“Jangan pernah rendah diri menjadi anak madrasah. Madrasah itu keren, madrasah itu juara. Terus belajar, berani berkompetisi, hormati guru dan orang tua, serta iringi setiap usaha dengan doa,” pesannya.

Ia berharap OMI mampu melahirkan budaya kompetisi yang sehat, memetakan talenta unggul secara berkelanjutan, dan semakin menguatkan citra pendidikan madrasah sebagai lembaga yang mampu melahirkan generasi unggul di bidang agama, sains, dan teknologi.

Menatap Nasional dengan Optimisme

Hasil OMI Tingkat Provinsi Jawa Tengah dijadwalkan diumumkan pada 10 Oktober 2026. Jika berhasil lolos, para peserta akan mewakili Jawa Tengah pada OMI Nasional 2026 yang akan digelar pada 10–11 November mendatang.

Bagi MTsN 1 Jepara dan Kemenag Jepara, capaian tersebut bukan sekadar target prestasi, melainkan bagian dari upaya besar membangun sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.

"Madrasah hari ini bukan hanya mengajarkan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menguasai sains dan teknologi dengan tetap menjaga akhlak dan spiritualitas. Sebagian masa depan Jepara ada di tangan anak-anak madrasah ini,” tutup Akhsan Muhyiddin. (Petrus)

KALI DIBACA