Inilah Kondisi Jalan Jalawastu Rusak Parah dan Berlumpur Pemkab Brebes Tutup Mata Rakyat Menderita.BREBES, WARTAGLOBAL.id --
Jalan menuju Kampung Adat Jalawastu, Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, Jawa Tengah, masih menjadi misteri yang tak kunjung terpecahkan. Setiap tahun, pejabat pemerintah berdatangan, berjanji, tapi kondisi jalan tetap saja rusak parah dan berlumpur, seperti tak ada harapan untuk berubah.
Warga setempat sudah kehabisan kata-kata, mereka hanya ingin jalan yang layak untuk beraktivitas, bukan jalan yang menjadi derita bagi mereka.
Reza, seorang sopir yang setiap hari melintas di jalan tersebut, mengaku kesulitan saat melintas di jalan yang rusak parah dan berlumpur. "Aing mah teu kuat, Pak! Jalanana ruksak pisan, mobil aing sering kempis ban na, tapi teu aya perbaikan," kata Reza dengan nada frustrasi.
"Warga mengeluh dengan kondisi jalan yang rusak parah dan berlumpur. Padahal itu jalan akses menuju Kampung Adat Jalawastu, Garogol, dan pedukuhan lainnya.
Setiap tahun juga dilalui pejabat Pemerintah Kabupaten Brebes untuk menghadiri acara Upacara Ngasa di kampung adat," ungkapnya.
Reza juga menambahkan bahwa warga sudah bosan dengan janji-janji kosong pemerintah, mereka ingin aksi nyata, bukan hanya kata-kata.
Setiap hari, warga harus melintas di jalan yang rusak parah dan berlumpur, anak-anak sekolah berangkat dengan hati-hati, dan warga lainnya beraktivitas dengan susah payah. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama ke pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
Warga berharap, jalan sepanjang 5 kilometer yang menjadi akses satu-satunya ke pusat kota ini segera diperbaiki.
"Kami hanya ingin hidup yang lebih baik, bukan hidup dalam kesulitan," kata seorang warga.
Warga lain, Waoman, mengatakan, jalan tersebut merupakan akses ke pasar dan puskesmas atau rumah sakit. Dia menyebut akses yang cukup jauh dan kondisi jalan yang rusak parah dan berlumpur seringkali membuat warga kesulitan saat beraktivitas.
"Warga merasa tidak ada respon dari pemerintah meskipun sering dikeluhkan," katanya.
Waoman juga menambahkan bahwa warga sudah kehilangan kepercayaan pada pemerintah, karena janji-janji yang tak kunjung ditepati.
Warga sudah protes, tapi tidak ada respon dari pemerintah. Mereka merasa diabaikan, janji-janji pejabat hanya menjadi janji palsu. Apakah pemerintah akan terus membiarkan warga Jalawastu hidup dalam kesulitan? Apakah pemerintah akan terus mengabaikan kebutuhan warga?
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Brebes, Agus Pramono, mengatakan bahwa jalan tersebut merupakan ruas Ciseureuh-Jalawastu-Selagading yang berstatus jalan poros dan kewenangan Pemerintah Kabupaten Brebes. Namun, warga masih menunggu aksi nyata dari pemerintah, bukan hanya kata-kata.
Jalan Berlumur, Janji Palsu: pertanyaan besar bagi pemerintah, akankah janji-janji palsu terus berlanjut?
(Agus)
KALI DIBACA
