Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng PramestutiSEMARANG, WARTAGLOBAL.id --
Pemerintah Kota Semarang terus mengintensifkan pemantauan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, memastikan kondisi inflasi di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut masih tergolong stabil, meski beberapa komoditas mulai mengalami kenaikan harga.
“Kita punya sistem alat pemantauan harga. Secara umum masih stabil, tapi tetap terus kita pantau,” kata Agustina, Selasa (17/2/26).
Sebagai langkah antisipasi agar kenaikan harga tidak semakin meluas, Pemkot Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan akan menggelar operasi pasar.
Namun, intervensi yang dilakukan tidak berskala besar, melainkan menyasar langsung titik-titik perdagangan yang dinilai membutuhkan.
“Direncanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan akan melakukan operasi pasar. Bukan operasi pasar besar, tetapi operasi pasar kecil-kecil yang langsung mengintervensi pasar dan spot-spot perdagangan,” jelasnya.
Agustina juga mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga kewajaran harga selama Ramadan.
Menurutnya, lonjakan harga yang terlalu tinggi justru dapat berdampak buruk bagi perekonomian dalam jangka panjang.
“Jualan tentu boleh. Tapi kita harus memahami, kalau kenaikan harga terlalu tinggi itu akan menimbulkan inflasi. Kalau inflasi berlangsung lama, ekonomi bisa rontok. Kalau ekonomi rontok, masyarakat tidak punya uang, yang jualan pun akhirnya tidak laku,” tegasnya.
(Hans)
KALI DIBACA
