KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id --
Upaya membekali generasi muda dengan pemahaman teknologi yang berimbang dengan nilai etika terus digencarkan Polres Karanganyar. Salah satunya melalui Pelatihan AI Class ASEAN Polres Karanganyar Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Wira Pratama I Polres Karanganyar, Kamis (5/2/26).
Program ini menyasar pelajar SMA dan SMK se-Kabupaten Karanganyar. Tujuannya bukan sekadar mengenalkan kecanggihan Artificial Intelligence (AI), tetapi juga menanamkan cara pemanfaatan teknologi tersebut secara bijak dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus digital.
Sebanyak 100 siswa dari 10 SMA/SMK tampak mengikuti kegiatan dengan antusias. Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya diajak memahami fungsi AI untuk mendukung proses belajar, tetapi juga dibekali kesadaran moral dan tanggung jawab digital agar teknologi tidak disalahgunakan.
Kapolres Karanganyar, AKBP Arman Sahti, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya generasi muda mengikuti perkembangan zaman. Ia juga menyampaikan kebanggaannya karena Polres Karanganyar dipercaya menjadi salah satu dari lima Polres yang ditunjuk dalam program kolaborasi Polda Jawa Tengah dengan ASEAN Foundation.
“Kita harus mengikuti perkembangan zaman agar mampu bersaing di kancah global. Generasi Z yang mencapai 60 persen penduduk Indonesia adalah penerus estafet kepemimpinan bangsa,” ujar AKBP Arman dalam sambutannya.
Dalam sesi materi, sejumlah poin krusial ditekankan kepada para peserta. Mulai dari pemanfaatan AI yang tepat untuk meningkatkan efektivitas belajar tanpa mematikan kreativitas, pentingnya keamanan digital melalui literasi informasi bersama Tim Mafindo, hingga penegasan bahwa AI seharusnya menjadi alat pendukung, bukan sekadar mesin pencari jawaban instan.
Apresiasi juga datang dari dunia pendidikan. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah, Indri Astuti, S.I.P., M.H., menilai inisiatif ini selaras dengan kebutuhan pendidikan di era digital yang terus berkembang.
“Kami ingin siswa tidak sekadar menggunakan AI untuk mencari jawaban, tetapi memahami bagaimana teknologi ini dimanfaatkan secara cerdas. Harapannya, program ini bisa berkelanjutan,” tutur Indri.
Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan pendampingan trainer internal Polres Karanganyar bersama Tim Mafindo. Diskusi dua arah membuat para siswa lebih mudah memahami potensi AI untuk mendukung tugas sekolah sekaligus mengenali risiko digital yang mungkin dihadapi.
Melalui kegiatan ini, Polres Karanganyar kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, aman, dan beretika, sejalan dengan tantangan transformasi digital yang kian kompleks. (Joko S)
KALI DIBACA
