
Bhabinkamtibmas Polsek Laweyan, memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada peserta didik baru di SDN Totosari saat MPLS.
SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Dalam rangka menanamkan karakter disiplin serta meningkatkan kesadaran hukum sejak usia dini, Bhabinkamtibmas Polsek Laweyan Polresta Surakarta memberikan penyuluhan kepada peserta didik baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Totosari, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta.
Kegiatan edukasi tersebut diikuti sebanyak 96 siswa dengan materi yang berfokus pada pencegahan perundungan (bullying) serta bahaya bermain game di telepon genggam yang mengandung unsur perjudian, khususnya permainan yang mengharuskan pemain melakukan top up menggunakan uang.
Kapolsek Laweyan, Kompol Dani Herlambang, mengatakan bahwa penyuluhan kepada para pelajar merupakan bagian dari langkah preventif Polri untuk membentuk karakter positif sekaligus menanamkan kesadaran hukum sejak dini.
“Melalui kegiatan MPLS ini kami ingin memberikan pemahaman kepada para siswa agar tidak melakukan tindakan bullying, baik terhadap teman di lingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. Sikap saling menghormati dan menghargai harus ditanamkan sejak usia dini agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” ujar Kompol Dani Herlambang.
Selain mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan, petugas juga memberikan edukasi mengenai dampak negatif kecanduan bermain game di telepon genggam, terutama game yang mengandung unsur perjudian atau mengharuskan pemain melakukan transaksi menggunakan uang.
Menurut Kompol Dani, anak-anak perlu memahami bahwa permainan semacam itu tidak hanya berpotensi menimbulkan kecanduan dan pemborosan, tetapi juga dapat memengaruhi perilaku hingga mengarah pada tindakan yang bertentangan dengan hukum.
“Kami mengimbau para siswa agar lebih bijak dalam menggunakan handphone. Manfaatkan teknologi untuk belajar dan kegiatan yang positif, bukan untuk bermain game yang merugikan diri sendiri maupun keluarga. Dengan penggunaan teknologi yang tepat, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi,” tambahnya.
Melalui kegiatan penyuluhan tersebut, Polsek Laweyan berharap para siswa mampu memahami pentingnya menghargai sesama, menjauhi segala bentuk bullying, serta menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Edukasi sejak dini ini diharapkan menjadi bekal bagi para pelajar dalam membangun karakter yang disiplin, sadar hukum, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi secara bijaksana. (Joko S)
KALI DIBACA
