
Petugas Satlantas Polres Boyolali melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan yang melibatkan Truk dan Sepeda Motor di Jembatan Penggung, Jumat (24/7/26).
BOYOLALI, WARTAGLOBAL.id --
Kecelakaan lalulintas yang melibatkan sebuah truk dan dua sepeda motor terjadi di Jalan Solo–Semarang, tepatnya di sekitar Jembatan Penggung, Dukuh/Desa Penggung, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 12.15 WIB.
Insiden tersebut mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor asal Kabupaten Sragen meninggal dunia, sementara seorang pengendara lainnya mengalami luka ringan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Boyolali, Iptu Bambang Nova, menjelaskan kecelakaan melibatkan truk bernomor polisi AA 8156 B, sepeda motor Honda Revo AD 3245 XX, dan Honda Supra Fit AD 6750 D.
"Dalam kejadian ini satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan. Korban meninggal merupakan pengendara Honda Revo," kata Iptu Bambang Nova, Sabtu (25/7/2026).
Korban meninggal diketahui bernama Rizki Nur Rahmat (28), warga Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sehari-hari bekerja sebagai pegawai koperasi di wilayah Kabupaten Klaten.
Sementara itu, pengendara Honda Supra Fit, Dwi Kristianto (49), seorang pendeta yang merupakan warga Desa Kebonbimo, Kecamatan Boyolali, mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Menurut hasil penyelidikan sementara, kecelakaan bermula ketika truk yang dikemudikan Ro'isul Humam (31), warga Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, melaju dari arah Semarang menuju Solo. Saat berada di kawasan Jembatan Penggung, truk diduga berusaha mendahului kendaraan lain yang belum diketahui identitasnya.
Diduga karena mengambil jalur terlalu ke kanan saat menyalip, truk bertabrakan dengan Honda Revo yang datang dari arah berlawanan. Benturan keras menyebabkan pengendara Honda Revo mengalami luka fatal hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Di saat bersamaan, pengendara Honda Supra Fit yang melaju berdekatan dengan Honda Revo berupaya menghindari tabrakan. Namun, pengereman mendadak membuat sepeda motor kehilangan kendali, menghantam pembatas jembatan, lalu pengendaranya terlempar ke bawah jembatan.
"Revo dan Supra Fit melaju berdekatan. Saat kejadian, pengendara Supra Fit mengerem mendadak untuk menghindari benturan. Kendaraannya kemudian menabrak pembatas jembatan dan pengendaranya terjatuh ke bawah. Korban mengalami patah tulang pada kaki," terang Iptu Bambang Nova.
Seorang warga sekitar lokasi, Joko, mengaku menyaksikan detik-detik kecelakaan yang terjadi sesaat setelah pelaksanaan salat Jumat. Menurutnya, truk bermuatan ayam tersebut sempat menyalip beberapa kendaraan sebelum akhirnya bertabrakan dengan sepeda motor dari arah berlawanan.
"Truk dari arah Semarang itu sempat menyalip beberapa kendaraan, kemudian bertabrakan dengan sepeda motor. Yang meninggal dunia tergeletak di atas jalan," ungkap Joko.
Kapolres Boyolali, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro, mengimbau seluruh pengguna jalan agar mengutamakan keselamatan dan tidak melakukan manuver berisiko, terutama saat melintasi jalan nasional yang memiliki arus lalu lintas padat.
"Kami mengimbau seluruh pengendara, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan angkutan barang, untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan tidak memaksakan mendahului apabila kondisi jalan tidak memungkinkan. Keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain harus menjadi prioritas utama," tegas Kapolres.
Hingga kini, Satlantas Polres Boyolali masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengumpulkan keterangan saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengamankan kendaraan yang terlibat guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Polisi juga mengingatkan para pengemudi agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur Solo–Semarang yang merupakan salah satu ruas jalan nasional dengan volume kendaraan yang cukup tinggi, terutama pada akhir pekan maupun jam-jam sibuk. (Joko S)
KALI DIBACA
