Kapolres Sragen Rangkul Tokoh Agama dan Pimpinan PSHT, Perkuat Sinergi Kamtibmas - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Kapolres Sragen Rangkul Tokoh Agama dan Pimpinan PSHT, Perkuat Sinergi Kamtibmas

Friday, 23 October 2026
Kapolres Sragen AKBP Heru Antariksa Cahya Bersama Personel melakukan kunjungan ke kediaman Pimpinan PSHT di Dukuh Doplang, Senin (19/10/26).


SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Kapolres Sragen AKBP Heru Antariksa Cahya terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat sejak mengemban amanah sebagai pimpinan Polres Sragen. Meski belum genap satu bulan bertugas, Heru telah melakukan sejumlah kunjungan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pimpinan perguruan pencak silat guna membangun kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan awal Kapolres untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Menurut Heru, terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Sragen tidak dapat diwujudkan hanya melalui peran kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Ini langkah awal saya karena diberikan amanah jabatan sebagai Kapolres Sragen. Tentunya kami dari Polres Sragen tidak bisa bekerja sendiri, sehingga kami bersilaturahmi kepada beberapa tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elemen masyarakat lainnya dalam rangka membangun sinergi, kolaborasi, serta mohon doa dan dukungan,” ujar Heru kepada wartawan.

Ia berharap komunikasi yang terjalin dengan para tokoh dapat menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Salah satu agenda silaturahmi dilakukan dengan mengunjungi kediaman Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen, Suwanto, di Dukuh Doplang, Desa Denanyar, Kecamatan Tangen, Senin (19/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Heru memperkenalkan diri sekaligus mengajak jajaran PSHT untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian. Ia menegaskan, keterlibatan organisasi kemasyarakatan, termasuk perguruan pencak silat, memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan diri sebagai Kapolres Sragen yang baru. Kami ingin membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan para tokoh perguruan silat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sragen,” ungkapnya.

Heru juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi secara berkelanjutan antara PSHT dan Polres Sragen. Dengan koordinasi yang baik, berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan diharapkan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan mengedepankan pendekatan dialogis.

Ketua PSHT Cabang Sragen, Suwanto, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menyatakan kesiapan organisasinya untuk menjalin kerja sama dengan kepolisian dalam mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

“Kami berterima kasih atas kunjungan Bapak Kapolres ke kediaman kami. PSHT Cabang Sragen siap bekerja sama dengan kepolisian dan mendukung program Polres Sragen demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” kata Suwanto.

Dalam kunjungan itu, Kapolres Sragen didampingi Kabag Ops Polres Sragen Kompol Suyono, Kasat Intelkam AKP Joko Purwanto, Kapolsek Gesi Iptu Agus Warsito, serta sejumlah personel kepolisian lainnya.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara kepolisian dan organisasi kemasyarakatan. Melalui komunikasi yang terbuka, setiap persoalan diharapkan dapat diselesaikan secara bijaksana tanpa memperbesar perbedaan yang berpotensi memicu konflik.

Abah Syarif Tekankan Independensi Ulama

Selain menyambangi pimpinan perguruan pencak silat, AKBP Heru Antariksa Cahya juga bersilaturahmi dengan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Gondang, Sragen, Kiai Syarif Hidayatullah atau yang akrab disapa Abah Syarif.

Pertemuan tersebut membahas pentingnya hubungan yang harmonis antara ulama dan pemerintah, termasuk perlunya komunikasi yang terbuka serta pembagian peran yang seimbang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Abah Syarif menyampaikan bahwa pejabat pemerintah dan ulama memiliki tanggung jawab berbeda, tetapi dapat saling melengkapi. Pemerintah menjalankan kebijakan dan roda pemerintahan, sedangkan ulama berperan memberikan nasihat, menjaga nilai moral, serta mengingatkan ketika terdapat hal yang perlu diperbaiki.

“Seharusnya negara seperti ini, pejabat itu yang 'ngegas' (menjalankan roda pemerintahan/kebijakan), dan ulama itu yang 'ngerem' (memberikan nasihat dan kontrol moral),” tutur Abah Syarif.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi ulama agar tetap mampu menyampaikan kebenaran dan menjalankan fungsi moralnya secara objektif. Menurutnya, kedekatan dengan pejabat maupun pemerintah tidak seharusnya menghilangkan sikap kritis dan integritas seorang ulama.

Abah Syarif menilai independensi tersebut berkaitan erat dengan pelaksanaan amar ma'ruf nahi munkar, yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Ia juga menjelaskan jihad sebagai kesungguhan dalam mencurahkan tenaga, harta, bahkan pengorbanan jiwa demi agama, bangsa, dan negara.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa hubungan baik antara aparat pemerintah, kepolisian, dan tokoh agama perlu dibangun di atas prinsip saling menghormati, keterbukaan, serta tanggung jawab terhadap kepentingan masyarakat luas.

Bangun Keamanan Melalui Kolaborasi

Rangkaian kunjungan Kapolres Sragen kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pimpinan perguruan pencak silat menunjukkan pentingnya pendekatan persuasif dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Selain penegakan hukum, komunikasi yang efektif dengan para pemangku kepentingan dinilai dapat membantu mendeteksi persoalan sejak dini, meredam potensi gesekan sosial, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.

Melalui sinergi tersebut, Polres Sragen diharapkan semakin mampu mengoptimalkan pemeliharaan kamtibmas dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Dukungan para tokoh diharapkan menjadi kekuatan bersama untuk mewujudkan Kabupaten Sragen yang aman, damai, dan kondusif. (Joko S)

KALI DIBACA