
Kapolresta Surakarta Mbah Con Ajak Ngobrol akrab dengan Pelajar SD di Solo, Bagun kedekatan Polisi dengan Anak Sejak Usia Dini, Rabu (21/10/26).
SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Suasana hangat dan penuh keceriaan mewarnai pertemuan Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko dengan sejumlah pelajar sekolah dasar (SD) di Kota Solo, Rabu (21/10/2026). Sosok yang akrab disapa Mbah Con tersebut terlihat berbaur dengan anak-anak melalui obrolan santai, candaan, serta pesan edukatif yang disampaikan dengan bahasa sederhana.
Dalam pertemuan itu, AKBP Condro tidak menciptakan suasana formal layaknya kegiatan kedinasan. Sebaliknya, ia memilih pendekatan yang akrab dan bersahabat agar para pelajar merasa nyaman saat berinteraksi dengan anggota kepolisian.
Sesekali, Mbah Con melontarkan humor yang mengundang senyum dan tawa anak-anak. Suasana tersebut menjadi gambaran pendekatan humanis Polri dalam membangun hubungan positif dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Di balik suasana penuh canda, Kapolresta juga menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para pelajar. Ia mengajak anak-anak untuk rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga kerukunan dengan teman sebaya, baik di lingkungan sekolah maupun di tempat tinggal.
AKBP Condro Sasongko mengatakan, membangun kedekatan antara polisi dan anak-anak merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri sejak usia dini.
“Anak-anak ini adalah generasi penerus kita. Mereka harus tumbuh menjadi anak-anak yang sehat, kuat, cerdas, dan bahagia. Tugas kita sebagai orang tua dan sebagai polisi adalah memberikan perhatian, kasih sayang, serta membimbing mereka agar kelak menjadi generasi yang membanggakan,” ujar AKBP Condro.
Menurutnya, pendidikan karakter kepada anak-anak akan lebih efektif apabila disampaikan melalui komunikasi yang menyenangkan dan mudah dipahami. Pendekatan yang tidak kaku memungkinkan anak-anak menerima nasihat tanpa merasa tertekan atau takut.
“Kalau bertemu anak-anak, ya harus ikut masuk ke dunia mereka. Kita ajak ngobrol, bercanda, tetapi tetap kita berikan nasihat yang baik. Yang penting mereka senang, tidak takut dengan polisi, dan menganggap polisi sebagai sahabat mereka,” tambahnya.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan sosok polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang dapat didekati oleh siapa saja. Dengan komunikasi yang terbuka, anak-anak diharapkan tidak merasa asing terhadap kehadiran polisi serta memahami pentingnya menjaga perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
Sosok Mbah Con sendiri dikenal melalui gaya komunikasinya yang santai, jenaka, dan dekat dengan masyarakat. Dalam berbagai aktivitasnya, ia berupaya menghadirkan wajah kepolisian yang lebih ramah tanpa mengesampingkan tugas utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Kebersamaan dengan para pelajar tersebut juga menjadi pengingat bahwa pembentukan karakter generasi muda membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat. Nilai kedisiplinan, rasa hormat, kepedulian, dan kebersamaan perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Melalui interaksi sederhana itu, Kapolresta Surakarta berharap anak-anak di Kota Solo dapat berkembang menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta mampu meraih prestasi sesuai potensi masing-masing.
Pendekatan humanis kepada anak-anak diharapkan terus memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat. Dengan menjadikan polisi sebagai sahabat, generasi muda diharapkan semakin mengenal pentingnya keselamatan, kedisiplinan, serta sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.
“Generasi Penerus Mbah Con: Sehat, Kuat, Cerdas, dan Bahagia.” Semangat tersebut menjadi pesan utama dalam membangun kedekatan antara kepolisian dan generasi penerus bangsa, dimulai dari lingkungan terdekat dan melalui tindakan sederhana yang penuh kepedulian. (Joko S)
KALI DIBACA
