Pergi Keladang, Lansia Ditemukan Tewas Terbakar di Kebun Jati, Polisi Selidiki Penyebabnya - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Pergi Keladang, Lansia Ditemukan Tewas Terbakar di Kebun Jati, Polisi Selidiki Penyebabnya

Friday, 9 October 2026
Warga Desa Lemahbang kecamatan Jumopolo Karanganyar menemukan Pria Lansia Tewas Terbakar di Kebun Jati Karanganyar, Jumat (9/10/26).

KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id --
Bejo Utomo, 76, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tubuh terbakar di area kebun jati Dusun Nglaban RT 01/RW 02, Desa Lemahbang, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Kamis (8/10/2026) sore. Korban ditemukan setelah keluarga bersama warga setempat melakukan pencarian selama beberapa jam karena tak kunjung pulang dari ladang.

Peristiwa tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Hingga Jumat (9/10/2026), polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran serta rangkaian kejadian yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bejo berpamitan pergi ke ladang sekitar pukul 07.00 WIB dengan mengendarai sepeda ontel. Korban diketahui merupakan warga setempat yang biasanya sudah kembali ke rumah sekitar pukul 11.00 WIB.

Namun, hingga menjelang siang, korban belum juga pulang. Khawatir terjadi sesuatu, keluarga kemudian berinisiatif mencari keberadaan korban ke ladang yang biasa didatanginya.

Setibanya di lokasi, keluarga hanya menemukan perlengkapan kerja dan sepeda ontel milik korban. Temuan tersebut membuat keluarga meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian lebih lanjut.

Saat pencarian berlangsung, kawasan kebun jati diketahui sedang dilanda kebakaran. Asap mengepul di sejumlah bagian lahan, sementara kobaran api masih cukup besar. Keluarga dan warga berupaya menyisir area di sekitar lokasi, tetapi hingga sekitar pukul 12.00 WIB, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.

Pencarian kemudian dilanjutkan sekitar pukul 14.00 WIB setelah api padam. Sekitar pukul 15.30 WIB, korban akhirnya ditemukan tergeletak dalam kondisi meninggal dunia dengan tubuh terbakar di area kebun tersebut.

Penemuan itu selanjutnya dilaporkan kepada Polsek Jumapolo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Polisi Lakukan Pemeriksaan di Lokasi

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Polsek Jumapolo bersama tim Inafis Polres Karanganyar, tenaga kesehatan Puskesmas Jumapolo, serta unsur pemerintah desa mendatangi lokasi kejadian.

Petugas melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban, mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, dan mengevakuasi jenazah untuk proses penanganan lebih lanjut.

Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Sri Kadiyono, membenarkan adanya laporan penemuan warga yang meninggal dunia dalam kondisi terbakar tersebut.

"Kami menerima laporan dan langsung mendatangi lokasi," kata Wikan, Jumat (9/10/2026).

Menurut Wikan, berdasarkan pemeriksaan luar yang dilakukan petugas Puskesmas Jumapolo, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat terbakar. Petugas juga memperkirakan waktu kematian lebih dari tujuh jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

Meski demikian, hasil pemeriksaan luar tersebut belum menjelaskan secara pasti bagaimana korban berada di area kebakaran maupun penyebab awal kebakaran yang melanda kebun jati itu.

Keluarga Terima Jenazah, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Pihak keluarga telah menerima kematian Bejo Utomo dan menyampaikan pernyataan tertulis kepada petugas. Setelah rangkaian pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

"Keluarga menerima kematian korban dan menyatakan hal tersebut melalui surat pernyataan. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," ujar Wikan.

Hingga berita ini ditulis, kepolisian masih mendalami penyebab kebakaran dan kronologi yang menyebabkan korban meninggal dunia. Belum ada keterangan resmi yang memastikan apakah korban terjebak saat kebakaran berlangsung atau mengalami kejadian lain sebelum ditemukan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kebakaran lahan, khususnya di kawasan perkebunan yang memiliki vegetasi kering dan berpotensi mempercepat penyebaran api. Namun, kaitan antara kebakaran tersebut dan kematian korban masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang. (Joko S)

KALI DIBACA