PEKALONGAN, WARTAGLOBAL.id --
Penyuluh Pertanian Kecamatan Karanganyar, Imam Radius, menyampaikan bahwa tim Jemput Gabah Petani telah melakukan kegiatan jemput gabah di Desa Gutomo, Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan.
Menurut Imam, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan harga gabah kering panen menjadi Rp6.500 per kilogram.
"Bulog telah terjun ke lapangan untuk membeli gabah dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram," jelas Imam, Senin (24/2/25).
Untuk itu Imam berharap petani dapat memanen gabahnya pada saat yang tepat, sehingga tidak merugikan Bulog pada rendemennya.
"Kita harapkan petani dapat memanen gabahnya pada saat yang tepat, sehingga tidak merugikan Bulog," jelas Imam.
Dalam kesempatan yang sama, Imam juga menyampaikan bahwa informasi tentang harga gabah kering panen telah tersebar luas di masyarakat.
"Insya Allah, informasi tentang harga gabah kering panen telah tersebar luas di masyarakat," jelas Imam.
Saat ini, sekitar 20-30% dari total lahan yang ditanam telah mencapai fase panen. "Sekitar 20-30% dari total lahan yang ditanam di Kecamatan Karanganyar telah mencapai fase panen, dan nanti bertahap hingga akhir bulan April bisa mencapai 100% dari MT 1 ini." jelas Imam.
Imam juga mengajak petani untuk berkoordinasi dengan pihaknya jika ingin menjual gabahnya kepada Bulog.
"Jika ingin menjual gabahnya kepada Bulog, petani dapat berkoordinasi dengan kami selaku Penyuluh Pertanian dan Babinsa," jelas Imam.
Dalam kegiatan jemput gabah hari ini, tim jemput gabah melakukan kegiatan di Desa Gutomo, Kecamatan Karanganyar. Harga gabah yang dibeli langsung dari petani adalah Rp6.500 per kilogram. Pembelian dilakukan secara langsung tanpa perantara.
Menurut Muraji, staf di gudang bulog Bondansari, dan anggota tim jemput gabah, keputusan harga Rp6.500 tersebut telah ditetapkan oleh Presiden RI. Tidak ada spesifikasi tertentu untuk menjadi batasan, sehingga semua gabah yang memenuhi syarat akan dibeli dengan harga tersebut.
Target kegiatan jemput gabah ini akan berlangsung dari bulan ini hingga April. Kapasitas simpan gudang Bulog Bondansari adalah 12.500 ton setara beras.
Saat ini, telah dilakukan penarikan gabah dari lapangan sebanyak 1.058 ton. Rendemen yang berhasil diproses dari gabah serapan di sekitaran daerah 50MDPL adalah 54,17%, namun kebanyakan di bawah itu. Kadar air yang berhasil diserap sebelumnya adalah 32%.
Muraji juga menghimbau kepada petani untuk tidak melakukan panen muda, karena dapat merugikan pemerintah dan menghasilkan rendemen yang tidak maksimal. Proses pengeringan gabah menggunakan dryer.
(ARIYANTO)
KALI DIBACA