SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Surakarta mencatat ratusan pelanggaran selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2025. Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 10 Februari hingga 23 Februari 2025, menjaring sebanyak 637 kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang dikenai sanksi tilang.
Kasat Lantas Polresta Surakarta, Kompol Agung Yudiawan, mewakili Kapolresta Surakarta, mengungkapkan bahwa dalam operasi ini pihaknya mengeluarkan 637 tilang, terdiri dari 429 tilang melalui ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) dan 208 tilang manual.
“Operasi ini lebih mengedepankan pendekatan persuasif berupa teguran dan edukasi kepada pengendara dibandingkan dengan penindakan langsung. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas,” ujar Kompol Agung pada Selasa (25/2/2025).
Selama pelaksanaan operasi, Satlantas Polresta Surakarta juga memberikan 2.307 teguran kepada pengendara roda dua maupun roda empat. Upaya ini dilakukan untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan tertib.
Selain melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, Operasi Keselamatan Candi 2025 juga mencatat 14 kasus kecelakaan yang mengakibatkan 19 orang mengalami luka ringan.
Sebagai bagian dari upaya edukasi dan pencegahan, Satlantas Polresta Surakarta menggelar penyuluhan ke berbagai sekolah, universitas, instansi pemerintah, perusahaan angkutan, serta masyarakat umum. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan raya.
Kompol Agung turut mengimbau seluruh pengguna jalan di wilayah hukum Polresta Surakarta agar selalu tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara.
“Pengendara roda dua wajib menggunakan helm standar, sedangkan pengemudi kendaraan roda empat ke atas harus melengkapi surat-surat kendaraan, memasang alat keselamatan, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas,” pungkasnya.
Dengan adanya operasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan jalan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.
(Joko Susilo)
KALI DIBACA