Polisi Lalulintas saat Blusukan Pasar, Edukasi Tertib Lalu Lintas Program Siratib kepada masyarakat, Selasa (13/1/26)SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Suasana Pasar Bunder, Sragen, Selasa (13/1) siang tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah anggota kepolisian terlihat menyusuri lorong-lorong pasar induk di kawasan Bumi Sukowati. Kehadiran mereka bukan untuk melakukan penindakan, melainkan menyapa dan berdialog langsung dengan warga pasar.
Belasan personel Satlantas Polres Sragen itu turun ke pasar dalam rangka sosialisasi dan edukasi tertib berlalu lintas melalui program Siratib (Polisi Sragen Tertib). Program tersebut dikemas dengan pendekatan humanis agar pesan keselamatan mudah diterima masyarakat.
Kasatlantas Polres Sragen, AKP Kukuh Tirto Satrio Laksono, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan peluncuran varian baru dari program Siratib yang diberi nama Siratib Dolan Pasar. Sebelumnya, Siratib telah dijalankan melalui berbagai kegiatan seperti Siratib Go to School, Siratib Jumatan, dan sejumlah program lainnya.
“Hari ini Satlantas Sragen mengawali Siratib Dolan Pasar. Ini salah satu upaya kami mendekatkan edukasi tertib berlalu lintas kepada masyarakat secara langsung,” ujar AKP Kukuh saat memimpin kegiatan blusukan.
Dalam kegiatan itu, anggota Satlantas aktif berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat pasar, mulai dari pedagang, pembeli, hingga tenaga panggul. Semua yang beraktivitas di pasar menjadi sasaran edukasi keselamatan berlalu lintas.
AKP Kukuh menyampaikan bahwa pada dasarnya masyarakat sudah memahami aturan berlalu lintas, seperti penggunaan helm, menyalakan lampu sein saat berbelok, serta kewajiban membayar pajak kendaraan. Namun, pengingat secara langsung dinilai tetap perlu agar kesadaran tersebut terus terjaga.
Menurutnya, program Siratib bertujuan utama untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sragen yang masih tergolong tinggi di Jawa Tengah. Ia menilai pendekatan langsung ke masyarakat, baik di pasar maupun di masjid dan sekolah, cukup efektif.
“Untuk tingkat fatalitas, setidaknya di tahun 2025 jumlah korban meninggal dunia mengalami penurunan. Namun, jumlah kejadian kecelakaan justru masih meningkat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tingginya angka kecelakaan dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya adalah pertambahan jumlah kendaraan setiap tahun yang tidak diimbangi dengan penambahan kapasitas jalan, sehingga memicu kepadatan lalu lintas.
Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah bagi Satlantas Polres Sragen untuk merumuskan kebijakan dan langkah strategis ke depan. “Karena data kecelakaan cenderung terus bertambah, maka kami harus terus berinovasi dalam upaya pencegahannya,” pungkas AKP Kukuh. (Joko S)
KALI DIBACA
