Yayasan Indonesia Setara Gelar Workshop Olahan Limbah Kayu Jepara Dorong UMKM Ciptakan Produk Premium dan Berkelanjutan - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Yayasan Indonesia Setara Gelar Workshop Olahan Limbah Kayu Jepara Dorong UMKM Ciptakan Produk Premium dan Berkelanjutan

Saturday, 7 February 2026
Ibu Erna Usman (Direktur Yayasan Indonesia Setara) Angga Arsa (bank infaq), Reza (gentala) Yoyok Rukani, Wawan Wahyudi (NRC) Workshop bersama pelaku UMKM, Jumat (6/2/2026).

JEPARA, WARTAGLOBAL.id --
Workshop bertema “Olahan Limbah Kayu Jepara: Dari Limbah Menjadi Produk Premium Bernilai Tambah dan Berkelanjutan” digelar di Balai Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Gentanala, Bank Infaq, serta sejumlah mitra pemberdayaan ekonomi kreatif.

Workshop ini dihadiri Direktur Yayasan Indonesia Setara Erna Usman, perwakilan Bank Infaq Angga Arsa, perwakilan Gentanala Reza, serta Yoyok Rukani dan Wawan Wahyudi dari NRC. Puluhan pelaku UMKM, pengrajin mebel, dan masyarakat setempat mengikuti kegiatan dengan antusias untuk meningkatkan kemampuan mengolah limbah kayu menjadi produk kreatif bernilai tinggi.

Kegiatan ini diinisiatori oleh Sandiaga Uno sebagai tokoh inspiratif yang memberikan motivasi bagi peserta. Dslam acara ini  memperkuat semangat pemberdayaan komunitas dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

Dalam sambutannya, Direktur Yayasan Indonesia Setara Erna Usman menekankan besarnya potensi limbah industri mebel di Jepara.

“Jepara adalah pusat industri mebel yang sudah diakui internasional. Limbah kayunya sangat melimpah. Jika diolah kreatif, ini bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi UMKM dan masyarakat,” ujarnya.

Perwakilan Gentanala Reza menjelaskan bahwa tren pasar global kini mengarah pada produk ramah lingkungan.
“Produk limbah kayu Jepara punya karakter kuat dan bernilai tinggi jika diproses dengan teknik yang tepat. Pasarnya semakin terbuka, terutama untuk produk dekorasi premium,” terangnya.

Dukungan pembiayaan turut disampaikan perwakilan Bank Infaq Angga Arsa yang memastikan keberpihakan lembaganya kepada UMKM kreatif.


“Akses modal adalah kunci. Kami siap membantu pelaku usaha agar dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan NRC Wawan Wahyudi mengapresiasi semangat peserta yang dinilai memiliki potensi besar.

“Banyak UMKM memiliki kemampuan dasar, hanya butuh sentuhan teknis dan pengetahuan baru. Workshop ini membuka cara pandang mereka terhadap peluang usaha berbasis limbah,” katanya.

Workshop berlangsung interaktif melalui sesi pelatihan teknis, demonstrasi pengolahan limbah kayu, diskusi produksi, hingga pemetaan peluang pasar. Salah satu sesi praktik dipandu langsung oleh Angga Arsa, yang menyediakan peralatan dan bahan resin untuk pembuatan berbagai produk kreatif.

Peserta berlatih langsung membuat cinderamata, gantungan kunci, casing HP, jam tangan, tempat perhiasan, dan produk resin lainnya yang dikombinasikan dengan potongan limbah kayu. Praktik ini menjadi puncak kegiatan karena memberikan pengalaman nyata mengenai proses produksi dan peluang bisnis.

Dalam sesi inspirasinya, Angga Arsa menegaskan bahwa kreativitas adalah kunci agar UMKM Jepara mampu naik kelas.
“Jepara punya warisan keterampilan yang luar biasa. Jika limbah saja bisa jadi produk premium, ini peluang besar untuk UMKM tumbuh dan bersaing,” ungkapnya.

Penyelenggara berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat Jepara untuk mengembangkan produk bernilai ekonomi tinggi sekaligus mengurangi limbah industri mebel. Selain membuka peluang usaha baru, program ini dinilai strategis dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. (Maskur)

KALI DIBACA