Kasatlantas Boyolali, AKP Tri Afandi (kiri)BOYOLALI, WARTAGLOBAL.id --
Guna mengantisipasi potensi bahaya di jalur pegunungan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026, Polres Boyolali menyiapkan tim khusus ganjal ban di sejumlah titik rawan, khususnya di jalur Solo–Selo–Borobudur (SSB).
Selain itu, kepolisian juga menerapkan pembatasan kendaraan bertonase besar yang melintas di jalur tersebut. Kendaraan dengan sumbu tiga tidak diperbolehkan melintas, termasuk kendaraan dengan muatan di atas 40 ton. Kebijakan ini diberlakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan di medan yang cukup ekstrem.
Kasatlantas Boyolali, AKP Tri Afandi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalur yang dikenal memiliki tanjakan curam, turunan tajam, serta tikungan berbahaya.
“Kami siapkan tim urai dan tim ganjal ban,” kata Kasatlantas Boyolali, AKP Tri Afandi, Selasa (17/3/26).
Tim ganjal ban sendiri akan ditempatkan di titik krusial, yakni di tikungan Irung Petruk, Kecamatan Cepogo. Lokasi tersebut kerap menjadi titik kesulitan bagi kendaraan yang tidak kuat menanjak, terutama bagi pengemudi yang belum terbiasa melintasi jalur tersebut.
“Kami memiliki tim ganjal yang akan ditempatkan di tikungan Irung Petruk untuk membantu pengemudi yang kendaraannya tak kuat menanjak, utamanya pengemudi yang belum hafal,” katanya.
Tak hanya itu, pembatasan juga berlaku bagi bus pariwisata yang hendak menuju kawasan wisata Cepogo, termasuk yang akan masuk ke Cepogo Cheese Park (CCP). Kendaraan besar diwajibkan parkir di Rest Area Cepogo dan melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan shuttle yang telah disediakan.
“Kami juga memberlakukan pembatasan volume kendaraan, terutama untuk kendaraan sumbu tiga yang tidak diperbolehkan melintas,” ujarnya.
Rambu-rambu peringatan telah dipasang di sejumlah titik strategis seperti kawasan Surowedanan, SPBU Ngrandu, serta Rest Area Cepogo guna mengingatkan pengendara akan kondisi jalur yang menantang.
“Pembatasan juga berlaku pada kendaraan bus pariwisata yang hendak naik, terutama bagi bus yang bakal masuk ke Cepogo Cheese Park (CCP),” tegasnya.
Di akhir, pihak kepolisian mengimbau seluruh pengendara untuk lebih berhati-hati dan tidak memaksakan kendaraan saat melintasi jalur tersebut, demi keselamatan bersama selama musim mudik.
“Pengemudi harus memperhatikan kondisi kendaraan dan medan jalan sebelum melintas. Jangan tergesa-gesa dan utamakan keselamatan diri dan pengguna jalan lain. Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman selama Ramadan dan Lebaran. Seluruh langkah ini adalah bagian dari komitmen kami menjaga kondusivitas wilayah,” pungkasnya. (Joko S)
KALI DIBACA