Petugas Polres Sukoharjo melakukan Pemetaan pada Perlintasan Sebidang Kereta Api, Minggu (15/3/26).SUKOHARJO, WARTAGLOBAL.id --
Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Polres Sukoharjo melakukan pemetaan terhadap seluruh perlintasan sebidang kereta api yang berada di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan serta mencegah potensi kecelakaan di jalur rel.
Pemetaan dilakukan pada jalur rel yang melintasi wilayah Sukoharjo, baik pada lintasan Solo–Jakarta maupun Solo–Wonogiri. Dari hasil pendataan tersebut diketahui bahwa sebagian perlintasan sudah dilengkapi palang pintu dan petugas jaga, namun masih ada beberapa titik yang belum memiliki fasilitas pengamanan tersebut.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo melalui Kasatgas Humas Operasi Ketupat Candi Polres Sukoharjo 2026, AKP Marlin SP menyampaikan bahwa kegiatan pemetaan tersebut menjadi bagian dari upaya antisipasi kecelakaan di jalur perlintasan kereta api.
“Polres Sukoharjo telah melakukan pemetaan terhadap perlintasan sebidang yang ada di wilayah Sukoharjo. Baik yang berada di jalur rel Solo–Jakarta maupun Solo–Wonogiri,” ujar AKP Marlin, Minggu (15/3/26).
Di wilayah Kartasura, misalnya, terdapat perlintasan rel di Dukuh Gobayan, Desa Makamhaji serta di Dukuh Kudusan, Desa Gumpang. Sementara di Kecamatan Gatak, sejumlah perlintasan sudah dilengkapi palang pintu, seperti di Dukuh Karang Ijo Desa Blimbing, kawasan Stasiun Gawok di Desa Luwang, serta di perempatan Mayang Desa Mayang.
Selain itu, kondisi serupa juga ditemukan di beberapa kecamatan lainnya seperti Baki, Grogol, Mojolaban, Bendosari, Sukoharjo Kota, Polokarto hingga Nguter. Sebagian perlintasan di wilayah tersebut sudah memiliki palang pintu elektrik maupun mekanik, bahkan ada yang dilengkapi petugas penjaga.
Meski demikian, polisi juga mencatat masih terdapat sejumlah titik perlintasan yang dinilai rawan karena belum dilengkapi palang pintu ataupun petugas jaga. Beberapa di antaranya berada di wilayah Mojolaban, Bendosari, Sukoharjo Kota, Polokarto hingga Nguter.
“Beberapa perlintasan masih belum dilengkapi palang pintu maupun petugas jaga. Kondisi ini tentu berpotensi membahayakan pengguna jalan, sehingga perlu kewaspadaan lebih dari masyarakat,” jelasnya.
AKP Marlin menambahkan bahwa hasil pemetaan tersebut telah disampaikan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) serta instansi terkait sebagai bahan evaluasi guna meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.
Langkah ini juga tidak terlepas dari peristiwa kecelakaan yang pernah terjadi di wilayah Sukoharjo pada tahun 2025 lalu. Saat itu, sebuah mobil Daihatsu Sigra yang membawa pemudik tertemper Kereta Api Bathara Kresna di salah satu perlintasan rel, mengakibatkan empat orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan di perlintasan sebidang. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti, melihat kanan kiri, dan memastikan tidak ada kereta yang melintas sebelum menyeberang rel,” tegasnya.
Polres Sukoharjo juga mengajak masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas di sekitar perlintasan kereta api dan tidak memaksakan diri melintas ketika sinyal atau peringatan kereta sudah berbunyi.
Melalui pemetaan ini, diharapkan seluruh pihak dapat meningkatkan perhatian terhadap keselamatan di perlintasan sebidang, sehingga potensi kecelakaan dapat diminimalkan.
(Joko S)
KALI DIBACA