Wali Kota Agustina Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik, Perkuat Tanggul Dinar Indah dengan Trucuk Bambu - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Wali Kota Agustina Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik, Perkuat Tanggul Dinar Indah dengan Trucuk Bambu

Tuesday, 17 March 2026
DPU Kota Semarang melakukan perbaikan tanggul yang kritis di Dinar Indah, penguatan dilakukan sepanjang 30 meter, Minggu (15/3/26).

SEMARANG, WARTAGLOBAL.id --
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, bergerak cepat dengan mengajak jajarannya untuk melakukan penanganan darurat setelah banjir kiriman yang melanda sejumlah wilayah pada Sabtu (14/3) malam hingga Minggu (15/3) pagi.

Fokus utama penanganannya dilakukan di Perumahan Dinar Indah, Meteseh, serta beberapa titik di wilayah Rowosari, Sampangan, dan Mayangsari.

“Penyebab banjir di Dinar Indah adalah intensitas hujan yang sangat lebat di wilayah hulu, tepatnya Ungaran bagian timur. Aliran Kali Babon dari hulu ini sampai ke hilir dengan debit tinggi sehingga mengakibatkan pemukiman di pemukiman warga,” kata Agustina. 

Merespons kondisi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari DPU, BPBD, Damkar, Dinsos, hingga jajaran TNI-Polri (Brimob, Polsek, Koramil) dikerahkan untuk memperkuat tanggul yang kritis. Di Dinar Indah, penguatan dilakukan sepanjang 30 meter pada titik paling rawan limpasan udara. 

"Selain pemasangan ribuan _sandbag_ (karung pasir), tanggul tersebut nantinya akan kita pasang trucuk bambu untuk penguatan struktur. Ini langkah darurat paling efektif agar tanggul tidak mudah tergerus jika ada kiriman air susulan," jelasnya.

Selain di Dinar Indah, Wali Kota Agustina juga memastikan petugas telah diterjunkan ke wilayah terdampak lainnya, terutama di Kelurahan Rowosari yang meliputi Perum Argo Residence, Perum Rowosari Megah Asri 2, dan Perumahan Grand Permata Tembalang, serta wilayah Sampangan dan Mayangsari.

“Kami terus menjalin lintas komunikasi sektoral, termasuk bersinergi dengan BBWS Pemali Juana sebelum, saat, dan pasca-kejadian. Mengingat Kali Babon merupakan kewenangan pusat, koordinasi untuk solusi permanen sedang kami diskusikan secara intensif agar warga tidak terus-menerus waswas setiap hujan lebat,” tambahnya. 

Hingga Minggu pagi, tim teknis masih terus  bekerja di lapangan untuk memastikan seluruh titik rawan telah tertangani. Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang juga terus menyiagakan tenaga operasional lapangan di titik-titik rawan genangan.

“Saat ini kami memantau radar BMKG secara _real-time_ karena cuaca masih sangat dinamis. Seluruh tenaga dan stok _sandbag_ tambahan sudah disiagakan sebagai antisipasi jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi sore nanti,” pungkasnya.

(Hans)

KALI DIBACA