Kadinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja: Harga Minyak Goreng di Karanganyar Mulai Naik! - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Kadinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja: Harga Minyak Goreng di Karanganyar Mulai Naik!

Thursday, 23 April 2026
Masyarakat saat berbelanja di Pasar Jaten Karanganyar mulai merasakan kenaikan harga Minyak Goreng, Kamis (23/4/26).

KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id -- Pergerakan harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Karanganyar mulai menunjukkan tren kenaikan. Meski belum terlalu mencolok, kondisi ini menjadi tanda awal perubahan harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat.

Dalam beberapa hari terakhir, pedagang di Pasar Jaten mulai merasakan adanya penyesuaian harga, baik untuk minyak goreng kemasan maupun curah. Kenaikan tipis ini juga mulai dirasakan oleh para pembeli, meskipun belum berdampak signifikan terhadap aktivitas jual beli.

Saat ini, harga minyak goreng kemasan ukuran dua liter dari berbagai merek seperti Bimoli, Tropical, dan Sanco masih tersedia di kisaran Rp44.000. Sementara itu, minyak goreng curah dijual dengan harga antara Rp17.500 hingga Rp19.000 per liter, tergantung lokasi penjualan.

Kondisi ini membuat pedagang mulai merasakan tekanan, terutama karena margin keuntungan semakin menipis. Di sisi lain, daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih menjadikan kenaikan sekecil apa pun terasa cukup sensitif di pasar.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Karanganyar, Nugroho, menyampaikan bahwa kenaikan harga tersebut memang terjadi, namun masih dalam batas wajar. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan untuk memastikan stabilitas tetap terjaga.

“Pantauan kami, harga memang naik, tetapi tidak signifikan. Stok masih aman dan distribusi juga lancar,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Meski terjadi kenaikan, pemerintah daerah belum mengambil langkah intervensi seperti operasi pasar atau penyelenggaraan pasar murah. Hal ini karena program tersebut merupakan kebijakan dari pemerintah provinsi dan harus melalui koordinasi dengan Perum Bulog.

“Hingga saat ini belum ada instruksi maupun program pasar murah. Kami juga sudah berkomunikasi dengan Bulog, namun belum ada rencana dalam waktu dekat,” jelasnya.

Pemerintah daerah menegaskan akan terus memantau perkembangan harga, terutama menjelang momen meningkatnya konsumsi seperti hari besar keagamaan. Jika kenaikan harga dinilai mulai memberatkan masyarakat, langkah intervensi akan segera dilakukan.

Kenaikan harga minyak goreng ini menjadi sinyal bahwa stabilitas harga pangan masih rentan. Walaupun saat ini kondisi pasar relatif terkendali, dinamika harga di pasar tradisional tetap menjadi acuan penting bagi kebijakan pemerintah ke depan.

(Joko S)

KALI DIBACA