Usia ke-477 Jepara Melompat Tajam, Prestasi Nyata atau Ujian Konsistensi “Jepara Mulus”? - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Usia ke-477 Jepara Melompat Tajam, Prestasi Nyata atau Ujian Konsistensi “Jepara Mulus”?

Saturday, 11 April 2026
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, memaparkan capaian kinerja selama tahun 2026, pada Momentum Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara, Jumat (10/4/26).

JEPARA, WARTAGLOBAL.id --
Momentum Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara menjadi panggung penting bagi Witiarso Utomo untuk memaparkan capaian kinerja selama tahun 2026. Dalam upacara khidmat di Alun-alun I Jepara, Jumat (10/4/2026), sederet angka prestasi disampaikan.

Mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga pembangunan infrastruktur—yang memantik pertanyaan publik: apakah ini lompatan nyata atau tantangan besar untuk menjaga konsistensi ke depan?

Didampingi Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar serta jajaran Forkopimda, Bupati yang akrab disapa Mas Wiwit menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi perjalanan panjang daerah yang dibangun dari kerja keras dan keteguhan masyarakat.

“Ini bukan sekadar menghitung usia, tetapi mengenang perjalanan panjang yang lahir dari kreativitas dan kerja keras warga,” ujarnya.

EKONOMI NAIK, KEMISKINAN TURUN

Dalam paparannya, Bupati menyampaikan capaian signifikan di sektor ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Jepara meningkat menjadi 5,91 persen, naik dari sebelumnya 4,22 persen.

Tak hanya itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 6,09 persen menjadi 5,79 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami kenaikan dari 74,32 menjadi 74,90.

Capaian ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat, meski tetap menjadi pekerjaan rumah untuk menjaga tren positif tersebut secara berkelanjutan.

INVESTASI TEMBUS Rp 2 TRILIUN, 36 RIBU TENAGA KERJA TERSERAP

Hari Jadi ke-477 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi perjalanan panjang daerah yang dibangun dari kerja keras dan keteguhan masyarakat.

Di sektor investasi, Jepara mencatat capaian impresif dengan nilai hampir Rp2 triliun, yang mampu menyerap lebih dari 36.000 tenaga kerja.

Angka ini turut berdampak pada penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 3,30 persen, dari sebelumnya 3,34 persen.

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Jepara mulai dilirik sebagai daerah yang memiliki daya saing ekonomi dan iklim investasi yang semakin kondusif.

421,84 KM JALAN DITINGKATKAN, TARGET “JEPARA MULUS”

Di bidang infrastruktur, Pemkab Jepara mengklaim telah melakukan pemeliharaan dan peningkatan kualitas jalan sepanjang 421,84 kilometer dalam kurun satu tahun.

Bupati menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perbaikan jalan di tahun 2026.

“Tahun ini kita targetkan seluruh jalan di Kabupaten Jepara dalam kondisi mulus,” tegasnya.

Keberadaan infrastruktur yang baik diyakini menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah.

PENDIDIKAN & DIGITALISASI JADI FOKUS

Tema Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara tahun ini, “Kerja Tulus Wujudkan Jepara Mulus”.

Di sektor pendidikan, program Kartu Guru Sejahtera telah menjangkau 10.827 guru, sementara beasiswa Kartu Sejahtera Jepara diberikan kepada 2.398 mahasiswa.

Sementara itu, digitalisasi layanan publik juga diperkuat melalui kanal aduan 112, yang telah menindaklanjuti sekitar 5.800 laporan masyarakat.

Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan berbasis teknologi dan respons cepat terhadap kebutuhan warga.

PENGHARGAAN NASIONAL & WTP KE-15

Atas berbagai capaian tersebut, Jepara berhasil meraih 11 penghargaan nasional, termasuk opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-15 kali berturut-turut.

Tema besar tahun ini, “Kerja Tulus Wujudkan Jepara Mulus”, menjadi landasan semangat pembangunan yang mengedepankan keikhlasan dan kolaborasi.

Ucapan selamat juga datang dari Agus Jabo Priyono yang berharap Jepara di bawah kepemimpinan saat ini mampu bangkit lebih kuat.

“Saya mendoakan masyarakat Jepara menjadi makmur, gemah ripah loh jinawi,” ujarnya.

Capaian yang dipaparkan menjadi sinyal positif bagi arah pembangunan Jepara. Namun di balik angka-angka tersebut, tantangan besar masih menanti: menjaga konsistensi, memastikan pemerataan, dan menjamin setiap rupiah anggaran benar-benar berdampak bagi rakyat.

Pertanyaannya kini,
apakah “Jepara Mulus” akan benar-benar terwujud secara nyata, atau justru diuji oleh realitas di lapangan?

(Petrus)

KALI DIBACA