Bocah SD Meninggal Dunia Usai Tertimpa Patung di Museum Ronggowarsita - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Bocah SD Meninggal Dunia Usai Tertimpa Patung di Museum Ronggowarsita

Thursday, 14 May 2026
Petugas Polisi sedang memeriksa Patung yang menimpa Seorang Bocah SD di halaman Museum Ronggowarsito Semarang.

SEMARANG, WARTAGLOBAL.id --
Seorang bocah kelas 2 SD berinisial A, warga Bergas, Kabupaten Semarang, meninggal dunia setelah tertimpa patung di area halaman museum Ronggowarsita Semarang, Senin (12/5/2026).

Korban diketahui datang bersama neneknya dalam kegiatan wisata menggunakan bus wisata gratis Kota Semarang. Kegiatan tersebut merupakan agenda rombongan salah satu Sekolah PAUD di Bergas tempat sang nenek mengajar.

Staf Pelayanan Museum Ronggowarsita, Agung Nugroho, menjelaskan bahwa peristiwa nahas itu terjadi sesaat setelah rombongan turun dari bus wisata. Saat itu, korban bersama satu anak lainnya didampingi neneknya untuk berfoto di sekitar halaman museum.

“Saya awalnya tidak tahu kejadian itu karena masih berada di kantor. Tiba-tiba ada informasi seirang anak tertimpa patung,” ujar Agung saat ditemui di kantornya.

Saat tiba di lokasi kejadian, korban disebut sudah berada di pangkuan neneknya dalam kondisi terluka. Pihak museum kemudian bergerak cepat membawa korban ke rumah sakit menggunakan kendaraan operasional museum.

Menurut keterangan yang diterima pihak museum, kedua anak tersebut sebelumnya meminta berfoto di dekat patung. Diduga, usai berfoto korban sempat bergelantungan pada patung hingga akhirnya roboh dan menimpa tubuhnya.

“Katanya hanya ditinggal nengok sebentar, beberapa detik kemudian langsung terdengar suara keras dan korban sudah tertimpa,” jelasnya.

Meski sempat sadar, korban mengalami luka di bagian bawah pelipis mata dan terus mengeluhkan sakit di bagian perut serta sesak napas.

“Korban sempat menolak dibawa ke rumah sakit karena masih sadar, tapi karena terus memegang perut dan sesak napas akhirnya langsung dibawa ke IGD,” tambahnya.

Korban kemudian mendapatkan penanganan medis di RS Columbia Asia Semarang. Dari hasil pemeriksaan CT Scan dan rontgen, korban diketahui mengalami pendarahan pada organ hati.

Sempat direncanakan dirujuk ke rumah sakit lain, namun kondisi korban terus melemah sehingga tim medis memutuskan melakukan tindakan operasi di RS Columbia Asia Semarang.

“Setelah operasi kondisinya sempat naik turun. Namun sekitar pukul 07.00 WIB keesokan paginya kami mendapat kabar korban meninggal dunia,” ungkap Agung.

Pihak Museum Ronggowarsita kemudian mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Keluarga disebut menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak ingin persoalan diperbesar.

Sementara itu, Kepala Museum Ronggowarsita, Agung Raharjo, menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi serta pengecekan ulang terhadap seluruh aset dan fasilitas museum guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Selama ini kami sudah memberikan imbauan agar anak-anak selalu dalam pengawasan orang tua atau pendamping. Namun kejadian ini di luar dugaan dan menjadi musibah yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Ia juga memastikan setiap pengunjung selama ini mendapatkan pendampingan serta pengawasan keamanan di sejumlah titik area museum. (Hans)

KALI DIBACA