Diramaikan Wayang Golek, Warga Desa Ketanonageng Sragi Gelar Sedekah Bumi Legenonan dengan Meriah - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Diramaikan Wayang Golek, Warga Desa Ketanonageng Sragi Gelar Sedekah Bumi Legenonan dengan Meriah

Saturday, 9 May 2026
Camat Sragi Slamet Riyanto memberikan Sambutan pada acara Sedekah Bumi Kegonan di Desa Ketanonageng Sragi Pekalongan, Jumat (8/5/26).

PEKALONGAN, WARTAGLOBAL.id --
Masyarakat Desa Ketanonageng, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, menggelar tradisi tahunan Tasyakuran Sedekah Bumi Legenonan yang dimeriahkan dengan pagelaran wayang golek Ngudi Laras.

Acara yang berlangsung di belakang Balai Desa Ketanonageng ini digelar pada Jumat (8/5/2026), berlangsung meriah dan dipenuhi antusiasme warga, sebagai wujud rasa syukur atas nikmat hasil bumi sekaligus upaya melestarikan budaya leluhur.
 
Pagelaran wayang golek malam itu menampilkan lakon berjudul Adipati Kluwok yang dibawakan oleh dalang Ki Hadi Tasmoyo dari  Wonopringgo, Pekalongan. Kegiatan berlangsung dari siang hingga malam hari, dan dipadati oleh warga desa maupun masyarakat sekitar yang ingin menyaksikan pertunjukan kesenian tradisional tersebut.
 
Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Sragi, Slamet Riyanto, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta para donatur yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.
 
Dalam sambutannya, Camat Sragi, Slamet Riyanto, hadir mewakili Penjabat (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., yang berhalangan hadir. Ia menyampaikan apresiasi dan doa terbaik bagi seluruh warga Desa Ketanonageng.
 
“Saya hadir mewakili Plt Bupati Pekalongan,H.Sukirman ,S.S.,M.S. , yang berhalangan hadir dalam acara tasyakuran ini. Kami sampaikan doa dan harapan agar seluruh masyarakat Kecamatan Sragi, khususnya warga Desa Ketanonageng, senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan,” ujar Slamet Riyanto.
 

Ia juga berharap tradisi ini membawa dampak positif bagi kesejahteraan warga. “Semoga hasil panen masyarakat semakin melimpah, rezeki yang didapat selalu berkah, dan kita semua senantiasa menjaga rasa syukur kepada Allah Ta’ala,” tambahnya.
 
Sementara itu, Kepala Desa Ketanonageng, Jamhari, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur dan seluruh warga yang telah bergotong royong menyukseskan acara tersebut. Menurutnya, Sedekah Bumi Legenonan bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk ungkapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rezeki dan hasil panen yang diberikan sepanjang tahun.
 
Jamhari juga menekankan bahwa pagelaran wayang golek yang digelar memiliki makna mendalam, bukan hanya sebagai hiburan semata, melainkan sarana menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal hingga ke generasi penerus.
 
“Pagelaran wayang golek ini menjadi hiburan rakyat sekaligus upaya melestarikan kesenian tradisional. Budaya ini harus terus kita jaga dan lestarikan bersama agar tidak punah tergerus zaman,” tegas Jamhari.
 
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat terus berjalan rutin setiap tahun, serta menjadi sarana mempererat kebersamaan, kerukunan, dan semangat gotong royong antarwarga desa.
 
Rangkaian kegiatan Sedekah Bumi Legenonan diawali dengan doa bersama dan selamatan warga, kemudian dilanjutkan dengan pagelaran wayang golek yang berlangsung semalam suntuk hingga dini hari, dan disambut sangat antusias oleh seluruh warga yang hadir. (Ari)

KALI DIBACA