Gempar! Guru Warga Kabupaten Semarang Meninggal Membusuk di Kamar Kos, Polisi Lakukan Penyelidikan - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Gempar! Guru Warga Kabupaten Semarang Meninggal Membusuk di Kamar Kos, Polisi Lakukan Penyelidikan

Saturday, 30 May 2026
Polisi dan Tim Inafis melakukan Evakuasi Guru yang Meninggal di Kamar Kos, Jumat (29/5/26).


SEMARANG, WARTAGLOBAL.id --
Warga Kelurahan Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang telah meninggal dunia di dalam kamar kosnya, Jumat (29/5/2026) sore. Korban diketahui berinisial IP (43), seorang guru asal Kabupaten Semarang.

Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan jasadnya mulai mengalami pembusukan. Penemuan tersebut bermula ketika sesama penghuni kos merasa curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas maupun keluar dari kamar selama beberapa hari terakhir.

Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Sugito, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, korban ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB setelah penghuni kos lain bersama pemilik kos melakukan pengecekan ke kamar korban.

“Korban berinisial IP (43), laki-laki, warga Kabupaten Semarang yang berprofesi sebagai guru. Korban ditemukan di dalam kamar kos dalam kondisi meninggal dunia,” kata Kompol Sugito.

Kecurigaan muncul saat penghuni kos yang baru pulang kerja menanyakan keberadaan korban kepada pemilik kos. Karena korban tidak terlihat keluar kamar sejak beberapa waktu sebelumnya, saksi kemudian berinisiatif melakukan pengecekan.

Dengan menggunakan senter, saksi mengintip ke dalam kamar dan mendapati korban dalam kondisi terbujur di atas kasur. Wajah korban tampak menghitam dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.


Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Semarang Tengah bersama Tim Inafis Polrestabes Semarang segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan awal.

Hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan dokter forensik, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar satu hingga dua hari sebelum ditemukan.

“Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban sudah mulai mengalami pembusukan,” jelas Sugito.

Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan luar guna memastikan penyebab kematian. Hingga saat ini, penyebab pasti meninggalnya korban masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak keluarga yang datang ke lokasi menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit maag.

“Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan jenazah akan dimakamkan oleh pihak keluarga,” tambahnya. (Hans)

KALI DIBACA