Petugas Polres Sragen menangani Kasus Pengeroyokan Berdarah Dipicu Jual Beli Burung, Dua korban dirujuk ke RSUD Sragen, Rabu (27/5/26).SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Aparat kepolisian bergerak cepat menangani kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi di Dukuh Depokan RT 03, Desa Banyurip, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Selasa (26/5/2026) sore. Peristiwa yang dipicu persoalan transaksi burung tersebut berakhir ricuh dan menyebabkan dua orang mengalami luka hingga harus mendapatkan perawatan medis intensif.
Menindaklanjuti kejadian itu, jajaran Polsek Sambungmacan bersama Tim Pamapta Polres Sragen langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak guna mengungkap kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari membenarkan adanya kasus dugaan pengeroyokan yang saat ini telah ditangani Satreskrim Polres Sragen untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
“Benar, telah terjadi dugaan tindak pidana pengeroyokan di wilayah Sambungmacan dan saat ini penanganannya diambil alih Polres Sragen untuk proses penyelidikan serta pendalaman lebih lanjut,” ujar Kapolres Sragen saat dikonfirmasi, Rabu (27/5/2026).
Insiden bermula sekitar pukul 17.55 WIB ketika tiga orang, yakni Sukiswo, Suwarno, dan Aldin mendatangi rumah Kunto di Dukuh Gondang Kalang, Desa Banyurip. Kedatangan mereka disebut untuk membahas burung milik korban yang ingin dibeli.
Percakapan antara Sukiswo dan Kunto terkait burung tersebut sempat berlangsung di teras rumah. Namun, penolakan korban untuk menjual burungnya diduga memicu perselisihan hingga berujung adu mulut.
Situasi kemudian memanas. Dua orang yang datang bersama Sukiswo diduga melakukan pengeroyokan terhadap Kunto dengan memukul menggunakan tangan kosong. Keributan yang terjadi membuat ayah korban, Sutarjo, keluar rumah untuk melerai. Namun, upaya tersebut justru membuat dirinya ikut menjadi korban penganiayaan.
Di tengah situasi yang kacau, korban mengaku melihat salah satu pelaku membawa senjata tajam jenis sabit. Akibat kejadian itu, Kunto mengalami luka robek di bagian kepala yang diduga akibat sabetan senjata tajam serta mengeluhkan nyeri di bagian punggung. Sementara Sutarjo mengalami luka lecet dan memar di bagian bibir atas serta pelipis kanan.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan sebelum kedua korban dibawa ke Puskesmas Gondang. Karena luka yang dialami cukup serius, korban kemudian dirujuk ke RSUD Sragen untuk menjalani penanganan medis lanjutan.
Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan oleh Priyanto, kakak korban Kunto, ke Polres Sragen agar diproses sesuai hukum yang berlaku.
Hingga kini, pihak kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi dan mendalami motif serta keterlibatan para pelaku dalam aksi kekerasan tersebut. Polisi juga memastikan situasi di wilayah Sambungmacan tetap aman dan kondusif serta menegaskan bahwa kejadian itu tidak berkaitan dengan organisasi maupun kelompok tertentu.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penanganan perkara kepada pihak kepolisian,” tambah Kapolres Sragen.
(Joko S)
KALI DIBACA
