Muhammad Dika Saputra, Bocah penderita Cerebral Palsy di Jepara Hidup dalam Keterbatasan, Dirawat Nenek Sejak Bayi, Minggu (24/5/26).JEPARA, WARTAGLOBAL.id --
Kisah memilukan namun penuh keteguhan datang dari Desa Tengguli RT 01 RW 12, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Muhammad Dika Saputra, bocah kelahiran 19 Juni 2015, harus berjuang melawan kondisi cerebral palsy dan mikrosefal sejak lahir prematur dengan berat badan hanya 2.000 gram.
Sejak dilahirkan di RSUD Jepara, Dika rutin menjalani kontrol medis. Namun keterbatasan ekonomi dan kendala transportasi membuat pengobatan tidak dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Dalam perjalanan hidupnya, Dika lebih banyak diasuh oleh nenek dan kakeknya. Kedua orang tua kandungnya diketahui telah berpisah sejak Dika masih bayi. Bahkan, menurut laporan kronologi yang diterima, orang tua kandung sudah kehilangan kontak selama dua tahun terakhir dan tidak terlibat dalam perawatan anak tersebut.
Kondisi ekonomi keluarga juga menjadi tantangan berat. Sang nenek yang bekerja sebagai tukang pijat mengaku tidak mampu membeli susu secara rutin untuk kebutuhan Dika. Saat ini, kebutuhan susu dipenuhi secara mandiri menggunakan susu SGM 3+, sementara bantuan susu dari Puskesmas Bangsri II telah diterima sejak Dika lahir hingga tahun 2025.
Pada Senin, 18 Mei 2026, Dika kembali diperiksa di Puskesmas Bangsri II dengan keluhan batuk, panas, dan ruam di pipi. Setelah menjalani pemeriksaan di poli anak dan poli gizi, diketahui stok susu bantuan sedang kosong.
Petugas kesehatan bersama bidan desa kemudian melakukan kunjungan rumah pada Kamis, 21 Mei 2026. Hasil pemeriksaan menunjukkan berat badan Dika hanya 9,57 kilogram dengan kategori berat badan sangat kurang. Lingkar kepala tercatat 40 sentimeter yang mengarah pada kondisi mikrosefal.
Meski demikian, pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi klinis Dika relatif stabil. Batuk dan pilek mulai membaik, tidak ditemukan tanda sesak napas, dan ruam merah di pipi mulai memudar. Petugas medis juga memberikan edukasi kepada keluarga agar kontrol lanjutan dilakukan secara rutin.
Perhatian pemerintah terhadap kondisi Dika sebenarnya pernah dilakukan. Pada Maret 2023, Penjabat Bupati Jepara bersama Dinas Kesehatan dan pihak Puskesmas Bangsri II sempat mengunjungi rumah Dika. Selain itu, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Bangsri I dan II juga pernah melakukan kunjungan pada Mei 2023.
Kisah Muhammad Dika Saputra menjadi pengingat bahwa masih ada anak-anak dengan kebutuhan khusus yang membutuhkan perhatian serius, kesinambungan layanan kesehatan, serta dukungan sosial dari berbagai pihak. Di tengah keterbatasan, ketulusan sang nenek dan kakek merawat Dika sejak bayi menjadi gambaran nyata tentang kasih sayang yang tetap bertahan dalam keadaan paling sulit. (Petrus)
KALI DIBACA
