Plt Bupati Pekalongan Sinergikan Langkah Bersama Duta Petani Milenial Hadapi Krisis Regenerasi Petani - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Plt Bupati Pekalongan Sinergikan Langkah Bersama Duta Petani Milenial Hadapi Krisis Regenerasi Petani

Sunday, 24 May 2026
Plt Bupati Pekalongan Sukirman Sinergikan Langkah Bersama Duta Petani Milenial untuk menghadapi Krisis Regenerasi Petani, Jumat (22/5/26).

PEKALONGAN, WARTAGLOBAL.id --
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, menggelar pertemuan strategis tertutup bersama pengurus Duta Petani Milenial (DPM) Komisariat Daerah Kabupaten Pekalongan. Pertemuan yang berlangsung di ruang kantor Wakil Bupati ini difokuskan untuk mendiskusikan sekaligus mencari solusi nyata atas berbagai isu krusial di sektor pertanian, terutama masalah minimnya minat generasi muda untuk terjun dan berkarier di dunia pertanian, Jumat, 22 Mei 2026.
 
Dalam pertemuan tersebut, Sukirman menyampaikan apresiasi dan perhatian besarnya terhadap beragam karya inovatif yang telah dikembangkan oleh para pemuda pelaku tani di Kabupaten Pekalongan. Ia menegaskan komitmennya untuk mengambil langkah strategis bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran pemerintahan, guna membangkitkan kembali gairah dan minat generasi penerus untuk menggeluti sektor yang menjadi tumpuan ketahanan pangan ini.
 
“Melalui pengembangan karya dan pengetahuan dari para pemuda yang sudah aktif dan tergabung dalam Duta Petani Milenial, saya yakin kita memiliki modal baik sebagai langkah awal pengembangan ke depan. Kami akan terus membina dan meningkatkan apa yang sudah ada, sekaligus mengkampanyekan sistem pertanian masa kini kepada generasi penerus yang mungkin belum tertarik. Tujuannya agar mereka semakin paham bahwa pertanian memiliki sisi positif dan prospek yang sangat menjanjikan,” ujar Sukirman.
 
Lebih lanjut, Sukirman juga menekankan urgensi penguatan literasi pertanian bagi masyarakat luas, khususnya kalangan pemuda. Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai wajah pertanian masa kini—yang telah memadukan teknologi canggih seperti robotik hingga penerapan Internet of Things (IoT)—menjadi modal utama kemajuan daerah. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki laju regenerasi petani di Kabupaten Pekalongan.
 
“Literasi pengetahuan pertanian adalah kunci utama agar generasi muda paham seperti apa wajah dunia pertanian sekarang. Bukan lagi hal yang ketinggalan zaman, melainkan sektor berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan wawasan yang mendalam, produktivitas akan meningkat dan harapan kita untuk memperbaiki regenerasi petani akan semakin baik,” tambahnya.
 
Pertemuan ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan ketersediaan petani di masa depan, dengan menjadikan Duta Petani Milenial sebagai garda terdepan dalam inovasi, kreativitas, dan sosialisasi pertanian modern.
 
Duta Petani Milenial Siap Berperan Ubah Citra Pertanian
 

Menanggapi komitmen Plt. Bupati Sukirman, Ketua Duta Petani Milenial (DPM) Komisariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Kuswanto, menyatakan kesiapan penuh pihaknya untuk bersinergi dan berkolaborasi erat dengan pemerintah daerah. Ia menegaskan DPM akan berperan aktif dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta memperluas jangkauan penyuluhan kepada masyarakat melalui beragam program kerja yang telah disusun.
 
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Sukirman selaku Plt. Bupati Pekalongan yang telah mengundang kami untuk membahas isu-isu krusial dunia pertanian saat ini. Memang benar tantangan terbesar saat ini adalah minat generasi muda yang mulai menurun. Kami yang sudah tergabung dalam DPM merasa sangat senang mendapatkan perhatian serta fasilitasi langsung dari pemerintah daerah agar program kerja kami bisa berjalan maksimal,” ungkap Kuswanto.
 
Ia juga menyoroti potensi besar anak muda Pekalongan yang dikenal kreatif, inovatif, dan terdidik. Berbagai produk unggulan yang telah dihasilkan anggota DPM, kata Kuswanto, bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, namun juga berpotensi menjadi ikon baru atau ciri khas identitas “Pekalongan Kota Santri” yang berbasis ekonomi kreatif dan pertanian.
 
Kuswanto juga bertekad mengubah pandangan masyarakat yang masih menganggap pertanian itu konvensional, berat, dan kotor. “Kami ingin mengubah pola pikir bahwa menjadi petani itu tidak harus selalu menanam padi atau berkutat dengan lumpur. Ada berbagai pilihan metode modern seperti hidroponik, rumah kaca (greenhouse), dan pertanian cerdas lainnya. Kami berharap keberadaan kami bisa menjadi pengaruh positif bagi pemuda lainnya agar berani terjun ke dunia pertanian,” tambahnya.
 
Senada dengan itu, Humas DPM Pekalongan, Handono Warih, menilai pertemuan yang berlangsung pada 22 Mei 2026 lalu merupakan kabar gembira bagi para pelaku inovasi pertanian. Ia menyebutkan sejumlah karya unggulan hasil tangan dingin putra daerah, seperti produk pupuk organik cair dan bibit alpukat varietas lokal unggul, kini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Ke depannya, kedua produk tersebut akan dikembangkan dan dimutakhirkan secara bersama-sama antara DPM dan pemerintah daerah, sebagai bukti nyata dukungan terhadap karya dan inovasi lokal.
 
Pertemuan ini semakin menegaskan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah dan pemuda pelaku pertanian menjadi kunci utama untuk menjawab tantangan regenerasi, sekaligus mendorong sektor pertanian Pekalongan ke arah yang lebih maju, modern, berdaya saing, dan sejahtera.
 
(Ari)

KALI DIBACA