Plt Bupati Pekalongan Sukirman menyerahkan Piala kepada Fatkhul Yaqin setelah keluar sebagai Juara 1 sekaligus dinobatkan Jadi Mas Duta Wisata Kabupaten Pekalongan 2026, Sabtu (20/6/26)PEKALONGAN, WARTAGLOBAL.id --
Setelah vakum selama tujuh tahun, ajang Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Pekalongan kembali digelar meriah. Pada malam Grand Final yang berlangsung di Boulevard depan Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Sabtu (20/6/2026) malam, Fatkhul Yaqin dan Syafina Gunawan berhasil keluar sebagai Juara I sekaligus dinobatkan sebagai Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan Tahun 2026.
Puncak acara dibuka secara resmi oleh Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, bersama unsur Forkopimda melalui penekanan tombol sebagai tanda dimulainya Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Pekalongan 2026.
Dalam sambutannya, Sukirman mengaku bersyukur ajang yang sempat vakum sejak 2019 tersebut akhirnya dapat kembali digelar sebagai wadah pengembangan potensi generasi muda sekaligus sarana promosi pariwisata daerah.
“Alhamdulillah setelah mengalami kevakuman sejak tahun 2019, malam hari ini kita bisa menyaksikan bersama malam puncak Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Pekalongan Tahun 2026,” ujar Sukirman.
Ia menegaskan, para pemenang yang terpilih nantinya tidak hanya menjadi wajah pariwisata Kabupaten Pekalongan, tetapi juga akan mewakili daerah dalam ajang serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Menurut Sukirman, sosok duta wisata yang dibutuhkan saat ini bukan hanya memiliki penampilan menarik, melainkan juga berintegritas, berwawasan luas, serta mampu menjadi komunikator yang efektif dalam memperkenalkan potensi daerah.
“Yang kita cari bukan hanya yang cantik dan menawan, tetapi juga yang memiliki integritas, moralitas yang baik, kecerdasan, serta kemampuan berkomunikasi. Mereka nantinya akan menjadi corong dan juru komunikasi daerah dalam mempromosikan berbagai potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Sukirman juga menyoroti pentingnya sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, berkembangnya destinasi wisata akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan UMKM, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, hingga pembukaan lapangan kerja baru.
“Dengan berkembangnya wisata, insya Allah UMKM kita akan tumbuh. Pariwisata juga berkaitan erat dengan ketenagakerjaan karena mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Mores Irson Kubela, mengatakan pemilihan duta wisata merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam mendukung promosi dan pengembangan sektor pariwisata.
Ia menjelaskan, proses seleksi berlangsung cukup ketat. Dari total 86 pendaftar, peserta harus melewati tahapan administrasi, tes tertulis, wawancara, kemampuan bahasa Inggris, public speaking, tourism project, hingga unjuk bakat sebelum akhirnya terpilih 20 finalis terbaik.
Sebelum tampil di malam puncak, para finalis juga mengikuti masa karantina dan pembekalan selama tiga hari di Larans Glamping Adventure guna memperdalam wawasan kepariwisataan, kepemimpinan, dan pengembangan diri.
Pada malam Grand Final tersebut, dewan juri akhirnya menetapkan Fatkhul Yaqin dan Syafina Gunawan sebagai Juara I. Posisi Juara II diraih Rico Febri dan Naya, sementara Juara III diraih Bientang Bagoes Oka dan Neysha Ayu Kusuma Ningtyas.
Selain penghargaan utama, panitia juga memberikan sejumlah gelar atribut, di antaranya kategori Persahabatan, Intelegensia, Berbakat, Influencer, dan Favorit. Penghargaan diserahkan langsung oleh Sukirman bersama Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Galuh Kirana Sukirman.
Kembalinya ajang Duta Wisata setelah vakum selama tujuh tahun menjadi sinyal kuat bahwa Kabupaten Pekalongan tengah berupaya memperkuat sektor pariwisata berbasis generasi muda. Para duta wisata terpilih kini mengemban tugas besar untuk menjadi wajah daerah sekaligus ujung tombak promosi potensi wisata Kabupaten Pekalongan di tingkat regional maupun nasional. ( Ari )
KALI DIBACA
