Gus Hajar Buka Pengkol Culture Festival #3, Sedekah Bumi dan UMKM Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Jepara - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Gus Hajar Buka Pengkol Culture Festival #3, Sedekah Bumi dan UMKM Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Jepara

Saturday, 13 June 2026
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, menggunting Pita pembukaan Pengkol Culture Festival #3, Sabtu (13/6/26).

JEPARA, WARTAGLOBAL.id --
Ribuan warga memadati kawasan Pasar Pengkol saat Pengkol Culture Festival #3 resmi dibuka pada Sabtu (13/6/2026). Festival budaya yang dirangkai dengan Sedekah Bumi Kelurahan Pengkol dan Haul Mbah Ongkowijoyo itu tidak hanya menjadi perayaan tradisi leluhur, tetapi juga menegaskan bangkitnya ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada kekuatan UMKM lokal.

Pembukaan festival dilakukan oleh Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, yang hadir mewakili Bupati Jepara. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita stan UMKM bersama unsur Forkopimcam Jepara sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan budaya dan ekonomi masyarakat yang berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Dalam sambutannya, Gus Hajar menegaskan bahwa Pengkol Culture Festival telah berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda budaya tahunan. Festival ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi mampu berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Festival ini menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi kekuatan yang menggerakkan ekonomi rakyat. Ketika masyarakat bersatu, UMKM diberi ruang, dan tradisi tetap dijaga, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh warga," tegasnya.

UMKM JADI MOTOR PERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, meninjau Stand UMKM pada pembukaan Pengkol Culture Festival #3, Sabtu (13/6/26).

Sebanyak 27 stan UMKM dari berbagai RT dan RW di Kelurahan Pengkol turut meramaikan festival. Berbagai produk unggulan mulai dari makanan tradisional, kerajinan, hingga produk rumah tangga dipamerkan sebagai bukti geliat ekonomi lokal yang terus berkembang.

Menurut Gus Hajar, keterlibatan UMKM dalam setiap kegiatan masyarakat merupakan bagian dari visi Pemerintah Kabupaten Jepara untuk mendorong pelaku usaha kecil naik kelas.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi Kabupaten Jepara menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah, pertumbuhan ekonomi Jepara yang pada tahun 2024 berada di angka sekitar 4,2 persen, meningkat menjadi 5,2 persen pada tahun 2025.

Kenaikan tersebut dinilai sebagai indikator bahwa berbagai sektor ekonomi, khususnya UMKM, mulai kembali bergerak dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

"Pertumbuhan ekonomi ini menjadi optimisme bersama. Pemerintah terus berupaya menjadikan UMKM Jepara naik kelas sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Gus Hajar.

Pada kesempatan tersebut, Lurah Pengkol, Siti Rohmatun, yang baru tiga hari menjabat, memperkenalkan diri di hadapan masyarakat sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, donatur, tokoh masyarakat, dan warga yang telah bergotong royong menyukseskan festival.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Pengkol Culture Festival merupakan bukti kuatnya semangat kebersamaan warga dalam menjaga tradisi dan membangun lingkungan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kepatuhan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebelum memasuki masa denda, sekaligus mengajak warga memanfaatkan berbagai program pendidikan yang telah disediakan Pemerintah Kabupaten Jepara, termasuk bantuan pendidikan tinggi dan program sekolah bagi anak yang putus sekolah.

HAUL SESEPUH JADI FESTIFAL BUDAYA RAKYAT


Ketua Panitia Pengkol Culture Festival #3, Cak Rudi, menjelaskan bahwa festival ini lahir dari tradisi tahunan haul Mbah Ongkowijoyo yang diperingati setiap bulan Muharam.

Sejak pertama kali digelar pada 2024, Karang Taruna bersama Pemerintah Kelurahan Pengkol berinisiatif mengembangkan kegiatan tersebut menjadi festival budaya yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Pengkol memiliki banyak potensi usaha seperti kerupuk, tahu, tempe, dan berbagai produk UMKM lainnya. Karena itu kami ingin menghadirkan panggung yang mampu memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat yang lebih luas," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa festival ini juga bertujuan memperkuat keguyuban warga, meningkatkan sinergi antar-elemen masyarakat, dan membangun identitas budaya Kelurahan Pengkol sebagai kawasan yang produktif dan berdaya saing.

Di tengah derasnya modernisasi, Pengkol Culture Festival #3 menghadirkan pesan kuat bahwa pelestarian budaya bukan sekadar menjaga masa lalu, melainkan membangun masa depan. Tradisi Sedekah Bumi dan Haul Mbah Ongkowijoyo menjadi fondasi yang menyatukan masyarakat, sementara UMKM menjadi instrumen penggerak kesejahteraan.

Perpaduan antara nilai budaya, semangat gotong royong, dan pemberdayaan ekonomi menjadikan Pengkol Culture Festival sebagai contoh bagaimana tradisi lokal dapat bertransformasi menjadi kekuatan pembangunan daerah.

Dari Pasar Pengkol, semangat itu kembali ditegaskan: budaya tetap lestari, UMKM terus bertumbuh, dan ekonomi Jepara semakin bergerak menuju masa depan yang lebih kuat dan berdaya saing. (Petrus)

KALI DIBACA