Polres Karanganyar Gagalkan Tawuran Remaja di Fajar Indah, 12 Orang Diamankan Usai Live Media Sosial - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Polres Karanganyar Gagalkan Tawuran Remaja di Fajar Indah, 12 Orang Diamankan Usai Live Media Sosial

Wednesday, 29 July 2026
Tim Sparta Sat Samapta Polresta Surakarta Gagalkan Dugaan Tawuran Remaja di Fajar Indah, 12 Orang Diamankan Usai Live Media Sosial, Rabu (29/7/26).

KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id --
Dugaan aksi tawuran yang melibatkan belasan remaja di kawasan Fajar Indah, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, berhasil digagalkan aparat kepolisian pada Senin (27/7/26) dini hari. Sebanyak 12 remaja berusia 17 hingga 22 tahun diamankan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait siaran langsung di media sosial yang memperlihatkan adanya indikasi akan terjadi bentrokan.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Tim Sparta Sat Samapta Polresta Surakarta dengan bergerak menuju Jalan Pakel, kawasan Fajar Indah. Saat tiba di lokasi, petugas mendapati belasan remaja masih berkumpul. Beberapa di antaranya sempat berusaha melarikan diri, namun berhasil diamankan setelah personel mengepung area tersebut.

Kasat Samapta Polresta Surakarta, Kompol Edi Sukamto, menjelaskan bahwa respons cepat dilakukan sebagai langkah preventif untuk menghindari terjadinya aksi tawuran yang berpotensi menimbulkan korban jiwa maupun gangguan keamanan masyarakat.

"Laporan dari masyarakat menyebutkan ada siaran langsung di media sosial yang memperlihatkan sekelompok remaja berkumpul dan diduga akan melakukan tawuran. Informasi itu langsung kami tindak lanjuti sehingga potensi bentrokan berhasil dicegah sebelum benar-benar terjadi," ujar Kompol Edi Sukamto, saat dihubungi Rabu (29/7/26).

Dari hasil pemeriksaan awal, sejumlah remaja diduga berada di bawah pengaruh minuman keras. Polisi juga mengamankan beberapa sepeda motor yang digunakan para remaja saat berkumpul di lokasi.

Ke-12 remaja yang diamankan diketahui berasal dari Kota Surakarta, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Boyolali. Seluruhnya kemudian dibawa ke Mapolresta Surakarta untuk menjalani pendataan, pemeriksaan, serta pembinaan.

Menurut Kompol Edi, kepolisian lebih mengutamakan langkah pencegahan dibandingkan penindakan setelah terjadi tindak pidana. Karena itu, setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Kami lebih mengedepankan pencegahan. Jangan sampai setelah terjadi korban baru dilakukan penindakan. Setiap informasi dari masyarakat akan kami respons secepat mungkin agar potensi gangguan keamanan bisa dicegah sejak dini," tegasnya.

Selain memberikan pembinaan kepada para remaja, polisi juga memanggil orang tua atau wali mereka untuk ikut terlibat dalam proses pembinaan. Bagi remaja yang masih berstatus pelajar, pihak sekolah juga akan dilibatkan agar pengawasan terhadap mereka dapat dilakukan secara bersama-sama.

Kompol Edi menambahkan, patroli Tim Sparta akan terus ditingkatkan, khususnya pada malam hingga dini hari yang dinilai menjadi waktu rawan terjadinya tawuran maupun berbagai bentuk kenakalan remaja.

Ia turut mengapresiasi peran aktif masyarakat yang segera melaporkan adanya dugaan gangguan keamanan melalui informasi di media sosial.

"Keamanan wilayah bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Informasi sekecil apa pun sangat membantu kami dalam mencegah tindak kriminal maupun gangguan kamtibmas," pungkasnya.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap motif berkumpulnya para remaja tersebut serta menelusuri kemungkinan adanya ajakan tawuran melalui media sosial. Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari, guna mencegah keterlibatan dalam aksi yang berpotensi melanggar hukum maupun membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. (Joko S)

KALI DIBACA