Atasi Krisis Air Bersih, Kapolres Sragen Salurkan 14 Tangki Air Bersih ke Empat Kecamatan - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Atasi Krisis Air Bersih, Kapolres Sragen Salurkan 14 Tangki Air Bersih ke Empat Kecamatan

Thursday, 27 August 2026
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari Salurkan 14 Tangki Air Bersih ke Empat Kecamatan, atasi kekeringan, Kamis (27/8/26).


SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Polres Sragen bergerak cepat merespons krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah akibat kemarau panjang. Sebanyak 14 truk tangki air bersih mulai disalurkan ke empat kecamatan yang mengalami kekeringan cukup parah, Kamis (27/8/2026).

Bantuan tersebut diprioritaskan bagi warga di wilayah utara Bengawan Solo yang membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Distribusi dilakukan secara bertahap karena kebutuhan masyarakat cukup tinggi dan kegiatan penyaluran akan dilanjutkan pada pekan berikutnya.

Secara simbolis, keberangkatan armada bantuan dilepas Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari bersama jajaran pejabat utama Polres Sragen dari Lapangan Wira Pratama, Mapolres Sragen.

Sebanyak 14 truk yang diberangkatkan merupakan tahap pertama dari total 30 truk tangki yang telah disiapkan Polres Sragen. Sebanyak 16 truk lainnya dijadwalkan digunakan untuk penyaluran bantuan pada pekan depan.

"Hari ini kami menyalurkan sebanyak 14 tangki air bersih ke empat kecamatan, yaitu Mondokan, Jenar, Tangen, dan Gesi. Penyaluran akan terus berlanjut pekan depan karena kebutuhan masyarakat masih cukup tinggi," ujar Dewiana.

Menurutnya, penentuan wilayah penerima bantuan telah dikoordinasikan dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen. Hasil koordinasi menunjukkan Kecamatan Mondokan, Jenar, Tangen, dan Gesi menjadi wilayah dengan tingkat kebutuhan paling mendesak.

Dewiana menjelaskan, kondisi geografis di sejumlah wilayah utara Sragen menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pola penanganan krisis air. Pembuatan sumur bor dinilai belum menjadi pilihan efektif karena sumber air di lapisan bawah tanah di kawasan tersebut semakin sulit ditemukan.

Karena itu, distribusi air bersih secara rutin dinilai menjadi langkah paling cepat untuk membantu masyarakat selama musim kemarau. Berdasarkan perkiraan kondisi cuaca, kemarau masih berpotensi berlangsung hingga Oktober sehingga kebutuhan air bersih diperkirakan tetap tinggi.

"Kondisi di wilayah utara Sragen membuat pembuatan sumur bor dinilai tidak lagi efektif. Untuk sementara, dropping air bersih menjadi solusi cepat yang dapat langsung dirasakan masyarakat," jelas Kapolres.

Polres Sragen juga membuka akses bagi masyarakat yang masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Warga yang membutuhkan bantuan dapat menyampaikan laporan melalui layanan Call Center Polri 110.

"Bagi masyarakat yang wilayahnya masih kekurangan air bersih, silakan menghubungi Call Center Polri 110. Begitu ada laporan masuk, tim kami akan langsung bergerak menyalurkan bantuan air ke lokasi," tegas Dewiana.

Dengan pola distribusi bertahap tersebut, Polres Sragen berharap kebutuhan dasar warga terdampak kekeringan dapat terus terpenuhi hingga kondisi kemarau berakhir. (Joko S)

KALI DIBACA