Pria Ditemukan Meninggal di Ruang ATM BNI Jaten Karanganyar, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Pria Ditemukan Meninggal di Ruang ATM BNI Jaten Karanganyar, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Thursday, 27 August 2026
Petugas melakukan Evakuasi terhadap Jenazah korban Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Ruang ATM BNI Jaten Karanganyar, Rabu (26/8/26).


KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id --
Seorang pria berusia 53 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam ruang ATM Bank BNI yang berada di Jalan Solo–Sragen KM 8,1, Desa Jetis, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban diketahui bernama Wilson Aritonang, warga Kabupaten Klaten. Jasadnya pertama kali diketahui setelah seorang warga menyampaikan informasi kepada petugas keamanan PT Sekar Lima yang berada tidak jauh dari lokasi.

Dua petugas keamanan kemudian melakukan pengecekan ke ruang ATM. Saat diperiksa, Wilson ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Wikan Sri Kadiyono membenarkan adanya penemuan tersebut. Menurutnya, setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara.

"Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam ruang ATM," ujar Wikan, Rabu (26/8/2026).

Petugas Polsek Jaten bersama tim Inafis Polres Karanganyar selanjutnya mengamankan lokasi, memeriksa kondisi korban, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Dari pemeriksaan awal tim Inafis bersama tenaga kesehatan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Saat ditemukan, Wilson mengenakan kaus abu-abu bertuliskan PT Akbar Budi Sakti (ABK), celana panjang hijau, sepatu, dan membawa tas pinggang.

Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani pemeriksaan luar. Hasil pemeriksaan dokter kembali menunjukkan tidak adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Dokter memperkirakan korban telah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan.

Berdasarkan pemeriksaan medis, korban diduga meninggal akibat asfiksia yang berkaitan dengan serangan jantung. Dugaan tersebut juga diperkuat oleh keterangan pihak keluarga yang menyebut Wilson memiliki riwayat penyakit jantung dan sebelumnya pernah menjalani pemeriksaan medis.

Keluarga juga mengungkapkan bahwa sehari sebelum ditemukan meninggal, korban sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya yang tidak enak badan.

Pihak keluarga kemudian menyatakan menerima kematian tersebut dan membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Selanjutnya, jenazah akan dibawa keluarga untuk dimakamkan.

AKP Wikan menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi belum menemukan indikasi adanya tindak kekerasan dalam kematian Wilson.

"Untuk sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata Wikan.

Hingga Kamis (27/8/2026), penanganan kasus tersebut masih dilakukan melalui pendataan saksi, pemeriksaan lokasi kejadian, pemeriksaan medis, serta koordinasi dengan pihak keluarga. Polisi juga memastikan bahwa seluruh hasil pemeriksaan sementara tidak menunjukkan adanya indikasi kekerasan atau tindak pidana dalam kematian korban.

(Joko S)

KALI DIBACA