Kapolres Karanganyar Ajak Personel Jadikan Akhlak Rasulullah SAW Pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Kapolres Karanganyar Ajak Personel Jadikan Akhlak Rasulullah SAW Pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad

Friday, 28 August 2026
Polres Karanganyar Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Huda Mapolres Setempat, Kamis (28/8/26).


KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id -- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Polres Karanganyar menjadi momentum bagi jajaran kepolisian untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan berintegritas.

Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1448 H/2026 M tersebut digelar di Masjid Al-Huda Polres Karanganyar, Kamis (27/8/2026), pukul 07.40 hingga 08.45 WIB. Kegiatan dihadiri Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti, S.H., S.I.K., M.H., Wakapolres Karanganyar Kompol Miftakul Huda, S.H., M.H., jajaran pejabat utama (PJU), serta personel Polres Karanganyar.

Mengangkat tema "Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Melalui Polri Presisi Kita Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur", kegiatan tersebut diisi tausiyah oleh Gus Ahmad Rifai, Pengasuh Majlis Al Hidayah dan Pondok Pesantren Daarul Hidayah Sukoharjo.

Dalam arahannya, AKBP Arman Sahti mengajak seluruh personel menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menjalankan tugas kepolisian. Menurutnya, keteladanan tersebut sangat penting, terutama ketika anggota menghadapi berbagai dinamika sosial yang membutuhkan ketenangan, kesabaran, serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

Kapolres juga mengingatkan personel agar mampu menghadapi setiap perkembangan situasi keamanan secara profesional. Hal tersebut termasuk menyikapi adanya aksi demonstrasi di sejumlah wilayah dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat maupun anggota kepolisian.

"Laksanakan tugas dengan ikhlas, profesional, dan humanis. Hadapi setiap situasi dengan kepala dingin, jangan terpancing, dan tetap jaga nama baik institusi Polri," pesan AKBP Arman.

Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan maupun pendapat merupakan bagian dari dinamika kehidupan masyarakat dan tidak boleh berubah menjadi pemicu perpecahan. Dalam kondisi tersebut, Polri harus mampu menempatkan diri sebagai institusi yang memberikan rasa aman, melindungi masyarakat, serta menjaga agar setiap aktivitas berlangsung tertib dan kondusif.

"Jangan sampai perbedaan pendapat menjadi sumber perpecahan. Kita hadir untuk memberikan rasa aman dan melindungi masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Gus Ahmad Rifai dalam tausiyahnya mengajak seluruh personel memahami makna kecintaan terhadap tanah air melalui keteladanan Rasulullah SAW. Ia menjelaskan bahwa ungkapan hubbul wathan minal iman yang sering dimaknai sebagai "cinta tanah air merupakan bagian dari iman" bukan merupakan ayat Al-Qur'an maupun hadis Nabi Muhammad SAW yang sahih.

Meski demikian, menurut Gus Ahmad, nilai kecintaan terhadap tanah air dapat tercermin dari keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun kehidupan bermasyarakat, menjaga keamanan, merawat persatuan, dan mengutamakan kemaslahatan bersama.

Ia menekankan bahwa kecintaan terhadap bangsa tidak cukup hanya disampaikan melalui ucapan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata dan kontribusi positif.

"Jangan jawab kebencian dengan kebencian. Jawablah dengan kinerja. Jangan jawab fitnah dengan kemarahan. Jawablah dengan integritas," tegas Gus Ahmad.

Pesan tersebut dinilai sangat relevan dengan tugas anggota Polri yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat. Berbagai kritik, prasangka, maupun tantangan dalam pelaksanaan tugas, kata dia, seharusnya dihadapi dengan kesabaran, profesionalitas, dan pengabdian yang tulus.

Gus Ahmad kemudian mengajak jamaah meneladani cara Rasulullah SAW membangun persatuan masyarakat Madinah. Menurutnya, Piagam Madinah menjadi salah satu gambaran penting mengenai upaya Rasulullah membangun kehidupan bersama di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang suku, kelompok, dan agama yang beragam.

"Persatuan dibangun di atas kepentingan bersama, bukan berdasarkan perbedaan suku, kelompok maupun agama," ujarnya.

Nilai tersebut, lanjutnya, memiliki keterkaitan erat dengan kondisi Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan keberagaman suku, agama, dan budaya. Kemajemukan tersebut membutuhkan komitmen bersama seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan keutuhan negara.

Dalam pelaksanaan tugas kepolisian, semangat persatuan dapat diwujudkan melalui pelayanan yang adil, perlindungan terhadap masyarakat, pemeliharaan keamanan, serta upaya memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.

Gus Ahmad juga mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi sarana untuk menghidupkan kembali nilai-nilai akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

"Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga meneladani perjuangan dan akhlaknya dalam membangun persatuan, menjaga keamanan, menegakkan keadilan, serta melindungi masyarakat," katanya.

Peringatan Maulid Nabi di lingkungan Polres Karanganyar tersebut sekaligus memperkuat komitmen jajaran kepolisian untuk menjalankan tugas dengan mengedepankan nilai Presisi, integritas, kesabaran, dan pendekatan humanis.

Keteladanan Rasulullah SAW diharapkan tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga diterapkan dalam setiap tindakan personel ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, kehadiran Polri dapat semakin dirasakan sebagai institusi yang melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Polres Karanganyar meneguhkan kembali semangat pengabdian untuk menjaga keamanan dan persatuan, sekaligus membangun kepercayaan masyarakat melalui kinerja yang profesional dan berintegritas. Semangat tersebut diharapkan turut mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, aman, dan bersatu. (Joko S)

KALI DIBACA