
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari Pimpin Rakor Sektor Hadapi Ancaman Karhutla dan Bencana Hidrometeorologi di Aula Satyahaprabu Mapolres Sragen, Selasa (4/8/26).
SRAGEN, WARTAGLOBAl.id --
Polres Sragen menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral bersama seluruh unsur penanggulangan bencana di Aula Satyahaprabu Polres Sragen, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Rakor dipimpin langsung Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari dan dihadiri jajaran Kodim 0725/Sragen, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen, Kementerian Lingkungan Hidup, para pejabat utama Polres Sragen, seluruh Kapolsek jajaran, serta berbagai instansi yang tergabung dalam tim penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
Dalam sambutannya, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, dan mempercepat respons apabila terjadi kebakaran, baik di kawasan hutan, lahan pertanian, maupun permukiman warga.
"Penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh stakeholder agar langkah pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan di lapangan dapat berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi. Yang paling utama adalah mencegah sebelum kebakaran terjadi melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat," ujar AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.
Didampingi Kabag Ops Polres Sragen Kompol Suyono, rakor juga memaparkan hasil pemetaan wilayah rawan kebakaran. Bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sragen Triyono, dijelaskan bahwa berdasarkan data BPBD, kejadian kebakaran di Kabupaten Sragen masih didominasi terjadi di Kecamatan Kalijambe, Ngrampal, dan Masaran.
Beragam faktor menjadi penyebab terjadinya kebakaran, mulai dari kelalaian masyarakat hingga aktivitas pembakaran lahan untuk membuka atau membersihkan area pertanian yang tidak terkendali.
Meski bukan daerah dengan kawasan hutan terluas di Jawa Tengah, Kabupaten Sragen masih tercatat masuk dalam sepuluh besar wilayah dengan jumlah kejadian kebakaran terbanyak di provinsi tersebut. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan agar upaya mitigasi dilakukan sejak dini sebelum puncak musim kemarau.
Kapolres menegaskan seluruh jajaran Polres Sragen hingga tingkat Polsek diminta mengedepankan langkah-langkah preventif, seperti sosialisasi kepada masyarakat, pemetaan daerah rawan kebakaran, patroli rutin, serta pengawasan terhadap aktivitas pembakaran lahan.
"Kami menginstruksikan seluruh personel untuk aktif melakukan deteksi dini, memberikan edukasi kepada masyarakat, dan membangun komunikasi dengan pemerintah desa serta kelompok masyarakat agar potensi kebakaran dapat dicegah sedini mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan menjadi prioritas utama kami," tegas AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.
Melalui rakor ini, Polres Sragen berharap terjalin koordinasi yang semakin solid antarinstansi sehingga penanganan kebakaran hutan dan lahan maupun bencana hidrometeorologi lainnya dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan efektif. Mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya juga mengingatkan bahwa sejumlah wilayah di Jawa Tengah berpotensi mengalami musim kemarau dengan tingkat kekeringan yang dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran terbuka serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya. (Joko S)
KALI DIBACA
