Pesepeda Protes Aturan Parkir di Taman Balekambang Solo, Warganet Soroti Dugaan Perlakuan Berbeda - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Pesepeda Protes Aturan Parkir di Taman Balekambang Solo, Warganet Soroti Dugaan Perlakuan Berbeda

Tuesday, 18 August 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi.


SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Aturan parkir di kawasan Taman Balekambang, Kota Solo, menjadi sorotan warganet set elah seorang pengguna media sosial mengeluhkan perlakuan terhadap pesepeda. Keluhan tersebut viral di media sosial dan turut menyinggung keberadaan sepeda listrik sewaan serta kendaraan petugas di dalam kawasan wisata.

Keluhan itu pertama kali disampaikan melalui akun Threads @difaandaru pada Selasa (18/8/2026). Dalam unggahannya, pengguna tersebut mempertanyakan kebijakan yang mengharuskan sepeda membayar parkir, tetapi tidak menyediakan area parkir sepeda yang dinilai aman dan layak.

"Sepeda masuk dikenai parkir 3 ribu. Tidak ada tempat parkir sepeda. Sepeda dibawa masuk malah diusir. Disuruh naruh di dekat pintu keluar, tapi tidak ada penjagaan," tulisnya sambil menandai akun Wali Kota Solo Respati Ardi.

Tak hanya persoalan lokasi parkir sepeda, pemilik akun tersebut juga membandingkan aturan itu dengan keberadaan sepeda listrik yang disewakan di kawasan Balekambang. Menurut dia, sepeda listrik sewaan justru dapat melintas di dalam kompleks.

"Di waktu yang bersamaan sepeda listrik (sewa) bebas masuk. Dan petugas keliling di dalam bawa motor," tulisnya.

Ia kemudian meminta pemerintah kota memberikan penjelasan mengenai kebijakan tersebut. Menurutnya, inti persoalan bukan sekadar biaya parkir, melainkan perlakuan yang dianggap berbeda terhadap pengguna sepeda.

"Mas wali, titik protes utama saya adalah kenapa pesepeda didiskriminasi? Saya bayar parkir, tapi tidak disediakan tempat parkir sepeda yang layak dan aman. Saya bawa masuk malah diusir," tegasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Solo Respati Ardi tidak memberikan penjelasan secara rinci mengenai aturan parkir sepeda di Taman Balekambang. Ia memilih mempersilakan masyarakat menyampaikan kritik dan penilaian berdasarkan pengalaman mereka saat berkunjung.

"Ya silakan saja. Orang bisa menilai di Balekambang seperti apa, yang pernah experience ke sana, ya. Silakan saja. Kritik dan saran dipersilakan," ujar Respati.

Respati juga menyampaikan apresiasi atas masukan masyarakat dan menegaskan bahwa Taman Balekambang diarahkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Solo.

"Terima kasih. Matur nuwun sangat. Terima kasih," katanya.

Saat ditanya mengenai langkah tindak lanjut atas persoalan tersebut, Respati belum memerinci kebijakan yang akan dilakukan. Ia hanya menyebut Taman Balekambang diharapkan menjadi destinasi wisata baru yang semakin digemari masyarakat serta memberikan kontribusi nyata bagi Kota Solo.

"Ya pasti, tentunya Taman Balekambang jadi destinasi wisata yang baru, yang favorit untuk masyarakat dan kontribusinya nyata betul untuk masyarakat nantinya," ungkapnya.

Terkait kemungkinan evaluasi aturan yang dipersoalkan, Respati meminta masyarakat menunggu perkembangan selanjutnya.

"Tunggu tanggal mainnya saja ya," tambahnya.

Perdebatan mengenai aturan parkir ini menjadi perhatian publik karena menyangkut fasilitas bagi pesepeda di salah satu ruang wisata Kota Solo. Masukan warganet tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi pengelola agar fasilitas parkir dan ketentuan bagi berbagai jenis kendaraan di kawasan Taman Balekambang dapat diterapkan secara jelas, aman, dan konsisten. (Joko S)

KALI DIBACA