Polresta Surakarta Bubarkan Konvoi Pelajar, 15 Orang Diamankan Berikut Motor Berknalpot Brong - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Polresta Surakarta Bubarkan Konvoi Pelajar, 15 Orang Diamankan Berikut Motor Berknalpot Brong

Monday, 3 August 2026
Tim Sparta Polresta Surakarta membubarkan Konvoi 15 Pelajar di Solo, Sabtu (1/8/26).


SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Tim Sparta Sat Samapta Polresta Surakarta membubarkan aksi konvoi yang dilakukan sekelompok pelajar usai pertandingan bola basket antar SMA/SMK se-Kota Surakarta. Sebanyak 15 pelajar diamankan bersama sejumlah barang bukti setelah melakukan konvoi menggunakan sepeda motor berknalpot brong yang dinilai mengganggu ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Sabtu (1/8/2026).

Penindakan tersebut dilakukan setelah Polresta Surakarta menerima laporan masyarakat melalui Call Center Tim Sparta terkait adanya iring-iringan sepeda motor yang melaju secara ugal-ugalan di jalan protokol Kota Solo, disertai suara knalpot brong yang bising dan aksi memenuhi badan jalan.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasat Samapta Kompol Edi Sukamto mengatakan, laporan warga menyebut rombongan pelajar beberapa kali berhenti di persimpangan jalan untuk menggeber-geber sepeda motor, mengibarkan bendera berukuran besar, serta menghambat arus lalu lintas sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat.

"Petugas menerima informasi adanya rombongan pengendara sepeda motor berknalpot brong yang melakukan konvoi di Jalan Slamet Riyadi. Setiap berhenti di simpang empat mereka menggeber-geber kendaraannya, mengibarkan bendera berukuran besar, serta memenuhi badan jalan sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan lainnya," ungkap Kompol Edi, Senin (3/8/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Sparta Sat Samapta bergerak cepat menuju lokasi dengan melakukan penyekatan dan memecah rombongan saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman. Upaya tersebut berhasil menghentikan sebagian peserta konvoi di depan SMA Negeri 2 Surakarta tanpa menimbulkan gangguan yang lebih luas.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui rombongan tersebut merupakan suporter salah satu sekolah yang baru saja menyaksikan pertandingan bola basket di GOR Sritex. Setelah tim yang mereka dukung mengalami kekalahan, para pelajar diduga melampiaskan kekecewaan dengan melakukan konvoi sambil menggeber sepeda motor berknalpot brong di jalan raya.

Selain menggunakan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis, rombongan juga membawa megafon, dua bas drum, serta mengibarkan sejumlah bendera kelompok bertuliskan "BARAKUDA" dan "MONGINSIDI", yang menarik perhatian masyarakat sekaligus mengganggu arus lalu lintas.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan delapan unit sepeda motor berknalpot brong, satu unit megafon, dua buah bas drum, serta tujuh bendera kelompok sebagai barang bukti. Seluruh pelajar kemudian dibawa ke Polsek Banjarsari untuk menjalani pendataan dan proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Kompol Edi menegaskan bahwa kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis langsung dikenai sanksi tilang. Pemilik kendaraan diwajibkan mengganti knalpot brong dengan knalpot standar sebelum kendaraan dapat diambil kembali.

"Polresta Surakarta akan terus melakukan patroli preventif serta penegakan hukum terhadap penggunaan knalpot brong maupun aksi konvoi yang berpotensi mengganggu keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat. Kami juga mengimbau kepada para orang tua dan pihak sekolah agar bersama-sama melakukan pembinaan kepada para pelajar sehingga setiap kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas," tegas Kompol Edi.

Ia menambahkan, dukungan terhadap tim sekolah merupakan hal yang positif selama dilakukan dengan cara-cara yang tertib dan tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. Menurutnya, aksi konvoi di jalan umum yang disertai pelanggaran lalu lintas tidak dapat dibenarkan karena berpotensi memicu kecelakaan dan mengganggu ketertiban masyarakat.

Polresta Surakarta memastikan akan terus meningkatkan patroli rutin, khususnya pada saat berlangsungnya kegiatan pelajar maupun event olahraga yang berpotensi memunculkan euforia berlebihan. Kepolisian juga mengajak pihak sekolah, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan pembinaan kepada para pelajar agar menyalurkan semangat sportivitas secara positif, tanpa melakukan konvoi maupun menggunakan knalpot brong yang meresahkan masyarakat. (Joko S)

KALI DIBACA