13 Siswa dan 4 Guru Jalani Perawatan di RS PKU Aisyiyah Jepara, Usai Makan MBG - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

13 Siswa dan 4 Guru Jalani Perawatan di RS PKU Aisyiyah Jepara, Usai Makan MBG

Wednesday, 16 September 2026
Usai makan, 17 Siswa SD Penerima MBG Karangkebagusan Diperiksa di RS PKU Aisyiyah Jepara, Selasa (15/9/26).


JEPARA, WARTAGLOBAL.id --
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Karangkebagusan, Kelurahan Karangkebagusan, Kecamatan Jepara, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan. Pada Rabu (16/9/2026), ditemukan bahan baku ayam yang mengalami perubahan kualitas, sementara sejumlah penerima manfaat setelah mengonsumsi menu ayam katsu mengeluhkan gangguan pencernaan dan harus mendapatkan penanganan medis.

Informasi tersebut tertuang dalam Laporan Harian Khusus Ditemukan Bahan Baku Kurang Layak yang diterbitkan dan dilaporkan kepada jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara.

SPPG Karangkebagusan yang dikelola Yayasan Sarwo Apik Indonesia tersebut melayani 2.688 penerima manfaat, terdiri atas 2.158 siswa, 161 guru/tenaga kependidikan, serta 369 penerima kelompok 3B.

Kronologi laporan menyebutkan, Selasa (15/9/26) sekitar pukul 15.18 WIB, SPPG menerima 2.750 potong ayam fillet dalam kondisi sebagian segar dan sebagian beku.

Bahan baku kemudian diperiksa dan dinyatakan layak. Ayam beku selanjutnya menjalani proses thawing sebelum diolah.
Namun, persoalan muncul pada dini hari.
Sekitar pukul 02.00 WIB, tim pengolahan menemukan satu baskom ayam yang telah mengalami perubahan bau.
Ayam tersebut kemudian dipisahkan dan pengawas gizi menginstruksikan agar tidak digunakan.

Sekitar pukul 03.00 WIB, pengawas gizi melakukan pemeriksaan terhadap ayam katsu yang telah digoreng. Hasil pengecekan internal menunjukkan adanya ayam katsu yang dinilai layak dan sebagian lainnya dinilai tidak layak.


Temuan tersebut menjadi alarm serius karena menu ayam katsu merupakan salah satu makanan yang kemudian didistribusikan kepada penerima manfaat.

Pada Rabu pagi sekitar pukul 08.58 WIB, pihak SD Negeri Karangkebagusan menyampaikan keluhan terkait ayam katsu yang dianggap sudah tidak layak.

Kepala SPPG bersama pengawas gizi kemudian mengambil keputusan untuk menarik foodtray yang telah didistribusikan.
Sekitar pukul 09.45 WIB, staf SPPG mendatangi sekolah-sekolah penerima manfaat untuk melakukan penarikan makanan sekaligus mengecek kondisi siswa dan guru.

Dalam laporan awal SPPG pada pukul 10.18 WIB disebutkan terdapat tiga siswa SD Negeri Karangkebagusan dan 13 orang dari SD Negeri Kauman yang mengalami keluhan seperti mual, pusing dan diare.

Sementara itu, berdasarkan keterangan petugas kesehatan yang menangani pasien di RS PKU Aisyiyah Jepara, jumlah penerima manfaat yang mendapatkan pemeriksaan medis disebut mencapai 17 orang, terdiri atas 14 siswa SD dan tiga guru. Seluruh pasien mendapatkan penanganan rawat jalan dan tidak ada yang menjalani rawat inap.


Keluhan yang muncul antara lain mual, sakit perut, muntah, pusing, badan lemas dan diare. Petugas kesehatan menyebut salah satu pasien, seorang guru tingkat TK, mengalami muntah berulang disertai pusing dan badan lemas.

Untuk membantu mengurangi keluhan mual dan muntah, tenaga medis memberikan antara lain injeksi ondansetron. Setelah mendapat pemeriksaan dan penanganan, seluruh pasien diperbolehkan pulang.

Meski terdapat temuan bahan baku ayam yang berubah bau dan sejumlah penerima manfaat mengalami keluhan setelah mengonsumsi menu MBG, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut belum dapat dinyatakan sebagai keracunan makanan.

Hubungan sebab-akibat harus dibuktikan melalui pemeriksaan medis, epidemiologis dan laboratorium.

Karena itu, publik perlu membedakan dua fakta penting: pertama, adanya temuan bahan baku ayam yang dinilai kurang layak; kedua, adanya penerima manfaat yang mengalami gejala gangguan kesehatan.

(Petrus)

KALI DIBACA