Pelajar SMKN 7 Surakarta Dibekali Literasi AI, Dorong Penggunaan Teknologi yang Bijak - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Pelajar SMKN 7 Surakarta Dibekali Literasi AI, Dorong Penggunaan Teknologi yang Bijak

Thursday, 10 September 2026
Personel Polresta Surakarta memberikan pembekalan kepada Pelajar SMKN 7 Surakarta, Rabu (9/9/26).


SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Polresta Surakarta terus mendorong peningkatan literasi digital di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan dan sosialisasi pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kepada para pelajar SMKN 7 Surakarta, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan bertajuk “Polresta Surakarta Paham AI” tersebut menjadi sarana bagi kepolisian untuk memperkenalkan perkembangan teknologi sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pemanfaatan AI secara positif, aman dan bertanggung jawab.

Dalam kegiatan itu, para pelajar mendapatkan materi mengenai perkembangan teknologi AI, manfaatnya dalam mendukung kegiatan belajar, hingga pemanfaatannya untuk mengembangkan kreativitas dan potensi diri.

Tidak hanya membahas sisi positif, polisi juga mengingatkan para siswa mengenai sejumlah risiko penggunaan AI. Materi yang diberikan turut menekankan pentingnya etika digital, perlindungan data pribadi, keamanan informasi serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kabag SDM Polresta Surakarta Kompol Riyadi Supriyadi mengatakan, edukasi mengenai AI merupakan bagian dari kepedulian Polri terhadap perkembangan teknologi yang semakin cepat dan tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

“AI berkembang sangat cepat dan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, para pelajar perlu memiliki pemahaman yang baik agar dapat memanfaatkan teknologi ini secara tepat, bijak dan bertanggung jawab,” ujar Kompol Riyadi.

Menurut Riyadi, kehadiran AI memberikan peluang besar bagi pelajar untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan kreativitas. Namun, kemudahan tersebut harus disertai kesadaran terhadap batasan serta risiko yang dapat ditimbulkan.

“Teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu proses belajar, mencari informasi, mengembangkan ide maupun meningkatkan kreativitas. Namun, penggunaannya tetap harus memperhatikan etika, kejujuran akademik, keamanan data dan tidak digunakan untuk hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

Ia menilai pemahaman mengenai AI perlu diperkenalkan sejak usia sekolah. Dengan bekal literasi yang memadai, generasi muda diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami manfaat, peluang sekaligus risiko yang menyertai perkembangan kecerdasan buatan.

Polresta Surakarta juga mengajak para siswa menjadikan AI sebagai alat pendukung kegiatan yang produktif. Teknologi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, mengembangkan keterampilan serta menunjang proses pembelajaran tanpa mengabaikan nilai kejujuran dan tanggung jawab.

“Kami ingin para pelajar menjadi generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki karakter, etika dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital,” ungkap Riyadi.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Peserta terlihat antusias mengikuti materi dan berdiskusi mengenai perkembangan AI yang kini semakin dekat dengan berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk dunia pendidikan.

Melalui program Polresta Surakarta Paham AI, kepolisian berharap kemampuan literasi digital pelajar semakin meningkat. Para siswa diharapkan mampu menyaring informasi, menjaga keamanan data pribadi serta menggunakan AI untuk aktivitas yang memberikan manfaat.

Polresta Surakarta menegaskan akan terus mengembangkan kegiatan edukatif di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang cerdas, kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Di sisi lain, pemahaman mengenai etika dan keamanan digital dinilai penting agar kemajuan teknologi tidak disalahgunakan.

“Polri akan terus mendukung upaya peningkatan kualitas generasi muda. Kami berharap edukasi seperti ini dapat memberikan bekal kepada para siswa agar mampu menghadapi perkembangan teknologi dengan cerdas, kritis dan bertanggung jawab,” pungkas Kompol Riyadi. (Joko S)

KALI DIBACA