
Karoops Polda Jateng Kombes Pol Basya Radyananda (kiri) dan Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf (kanan) Gelar kesiapan Pengamanan Pemilihan Pilkades Serentak di 34 Desa, Jumat (2/10/26).
PEKALONGAN, WARTAGLOBAL.id --
Guna mematangkan kesiapan pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026, Biroops Polda Jawa Tengah menggelar kegiatan asistensi di Aula Satya Haprabu Polres Pekalongan, Jumat (2/10/2026) siang.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Karoops Polda Jateng Kombes Pol Basya Radyananda, S.I.K., M.H., bersama Tim Asistensi. Kedatangan tim disambut oleh Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., para Pejabat Utama (PJU), serta personel yang terlibat dalam surat perintah pengamanan Operasi Kepolisian.
Dalam sambutannya, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan berencana menggelar Pilkades serentak di 34 desa. Sebanyak 28 desa diantaranya masuk dalam wilayah hukum Polres Pekalongan, sedangkan 6 desa lainnya masuk wilayah hukum Polres Pekalongan Kota.

"Pilkades serentak tahun 2026 ini berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2026, di mana Kepala Desa memegang jabatan selama 8 tahun. Untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di setiap tahapan, Polres Pekalongan menggelar Operasi Kepolisian dengan sandi 'Aman Desa 2026'," ujar AKBP Rachmad dalam sambutannya.
AKBP Rachmad menegaskan bahwa seluruh tahapan—mulai dari pendaftaran, penetapan calon, kampanye, pemungutan suara, hingga pelantikan—harus diantisipasi dan dipersiapkan sedini mungkin demi mencegah potensi gesekan di lapangan.
Sementara itu, Karoops Polda Jateng Kombes Pol Basya Radyananda menekankan agar seluruh personel memahami bahwa pengamanan Pilkades tidak hanya berfokus pada hari pencoblosan, melainkan seluruh rangkaian tahapan.
"Pengamanan Pilkades mencakup seluruh rangkaian, mulai dari tahap pencalonan, kampanye, masa tenang, pemungutan suara, hingga pelantikan. Pengalaman pengamanan agenda sebelumnya harus menjadi modal agar pelaksanaan Pilkades 2026 ini jauh lebih baik," paparnya.

Kombes Pol Basya memaparkan strategi pengamanan spesifik. Pada masa tenang, Polsek jajaran diinstruksikan menggelar patroli bersinggungan secara masif serta menerjunkan personel di titik-titik rawan berdasarkan pemetaan intelijen.
Adapun pada tahap pemungutan suara, posisi personel Polri berada di luar area TPS. Khusus untuk desa-desa dengan kualifikasi rawan, disiagakan Peleton Raimas sebagai Power On Hand Kapolres selaku Kepala Operasi, serta Peleton Anti-Anarkis Brimob di Markas Komando untuk mengantisipasi eskalasi situasi.
"Lakukan deteksi dini secara optimal, optimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam memberikan penyuluhan, serta perkuat sinergi dengan Forkopimcam dan panitia Pilkades agar seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif," tegas Karoops. ( Ari )
KALI DIBACA