Antisipasi Kebakaran Hutan, Pemkab Karanganyar Usulkan Pembangunan Sejumlah Embung Kecil di Gunung Lawu - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Antisipasi Kebakaran Hutan, Pemkab Karanganyar Usulkan Pembangunan Sejumlah Embung Kecil di Gunung Lawu

Wednesday, 4 November 2026
Petugas Polisi memanggul Air untuk memadamkan Api kebakaran Gunung Lawu baru baru ini.

KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengusulkan pembangunan sejumlah embung kecil dan saluran air di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Lawu. Langkah tersebut dilakukan untuk mendekatkan sumber air dengan titik-titik rawan kebakaran sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Karanganyar, Asihno Purwadi, mengatakan pihaknya kembali mengajukan usulan pembangunan embung kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Setidaknya terdapat tiga wilayah yang menjadi kandidat lokasi pembangunan, yakni Kecamatan Jenawi, Ngargoyoso, dan Tawangmangu.

Menurut Asihno, lokasi-lokasi tersebut masih akan dikaji lebih lanjut melalui survei lapangan oleh Bidang Bina Konstruksi DPUPR Provinsi Jawa Tengah.

"Tujuannya kalau terjadi kebakaran lagi, pengambilan air bisa dilakukan lebih dekat," kata Asihno, Selasa (3/11/2026).

Ia menjelaskan, penentuan lokasi pembangunan tidak hanya mempertimbangkan kondisi geografis dan kebutuhan air, tetapi juga harus memperhatikan status serta kepemilikan lahan. Termasuk di dalamnya tanah milik desa dan kelengkapan perizinan agar pembangunan tidak menemui kendala di kemudian hari.

Asihno menambahkan, rencana pembangunan embung tersebut sebenarnya merupakan pengembangan dari program yang pernah digagas sebelumnya. Namun, proposal kembali diminta untuk disesuaikan dengan kondisi terbaru di lapangan agar pelaksanaannya lebih tepat sasaran.

Keberadaan embung nantinya tidak hanya difungsikan sebagai tempat penampungan air untuk kebutuhan darurat pemadaman kebakaran. Infrastruktur tersebut juga berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung irigasi pertanian serta menjaga ketersediaan air ketika musim kemarau panjang.

Dukungan terhadap rencana itu juga disampaikan Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, saat meninjau kawasan lereng Gunung Lawu bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Sumanto menilai pembangunan infrastruktur penyediaan air sangat penting untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Kondisi medan Gunung Lawu yang terjal selama ini menjadi salah satu tantangan petugas ketika melakukan pemadaman, terutama apabila sumber air berada jauh dari lokasi kebakaran.

"Kalau ada aliran air, dicari dan dibuatkan saluran, kemudian dibangun embung-embung kecil. Jadi, sewaktu-waktu terjadi kebakaran, air untuk pemadaman sudah siap di dekat lokasi," tegas Sumanto.

Ia juga mendorong adanya kerja sama antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, hingga Perum Perhutani untuk merealisasikan pembangunan tersebut.

Menurutnya, ketersediaan sumber air yang memadai di kawasan lereng Lawu tidak hanya penting untuk mengantisipasi kebakaran hutan, tetapi juga berkaitan dengan kelestarian lingkungan. Kawasan Gunung Lawu memiliki fungsi strategis sebagai daerah tangkapan air yang menopang kebutuhan masyarakat di wilayah bawahnya.

Dengan demikian, pembangunan embung dan saluran air diharapkan menjadi bagian dari langkah mitigasi jangka panjang untuk mengurangi risiko karhutla sekaligus menjaga ketersediaan air di kawasan Gunung Lawu. (Joko S)

KALI DIBACA