Petugas Polres Wonogiri, saat melakukan penyelidikan Penemuan Jasad Bayi di Perkebunan Warga Wonogiri, Senin (23/3/26).WONOGIRI, WARTAGLOBAL.id --
Penemuan jasad bayi di area perkebunan warga Dusun Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, pada Senin (23/3/26), langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian. Hingga kini, proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas bayi serta pihak yang bertanggung jawab.
Tim Inafis Polres Wonogiri bersama Polsek Jatiroto bergerak cepat mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Setibanya di tempat kejadian, petugas segera melakukan olah TKP dan memasang garis pengaman guna menjaga keutuhan barang bukti.
Kasi Humas Polres Wonogiri, Ajun Komisaris Anom Prabowo, menjelaskan bahwa laporan awal berasal dari warga yang menemukan bungkusan mencurigakan di kebun.
“Petugas langsung ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP,” ujar Anom, Selasa (24/3/26).
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 06.00 WIB oleh seorang warga bernama Marsi (46), yang saat itu hendak membuang sampah. Ia mencium bau tidak sedap yang cukup menyengat saat berada di lokasi tersebut.
Karena curiga, Marsi kemudian mencari sumber bau dan menemukan bungkusan yang terbuat dari kain putih dan dilapisi plastik. Ia pun memanggil warga lain, Sularto (48), untuk memastikan isi bungkusan tersebut.
Dengan bantuan sebatang kayu, keduanya membuka bungkusan itu. Betapa terkejutnya mereka saat mengetahui bahwa isi di dalamnya adalah jasad bayi yang diperkirakan berusia sekitar tujuh bulan. Penemuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Polisi tidak hanya melakukan pengamanan lokasi, tetapi juga memeriksa sejumlah saksi yang pertama kali menemukan jasad tersebut. “Kapolsek Jatiroto beserta anggotanya juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang pertama kali menemukan jasad bayi tersebut,” ungkap Anom.
Selain itu, berbagai petunjuk yang ditemukan di lokasi turut dikumpulkan guna mendukung proses penyelidikan. Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap fakta-fakta yang ada.
Pihak kepolisian juga belum dapat memastikan apakah bayi tersebut meninggal sebelum atau setelah dibuang di lokasi kejadian. “Jasad bayi telah dibawa oleh Tim Inafis ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi,” kata Anom.
Ia menambahkan bahwa autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian serta memperkirakan waktu kematian secara lebih akurat. Polisi pun mengajak masyarakat untuk turut membantu proses pengungkapan kasus ini.
“Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk membantu mengungkap kasus ini secara terang dan memastikan pelaku dapat segera diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
(Joko S)
KALI DIBACA