Satlantas Polres Sukoharjo Tegaskan Poster Layanan SIM Cepat Jadi adalah Hoaks.SUKOHARJO, WARTAGLOBAL.id --
Masyarakat diminta waspada terhadap beredarnya informasi palsu mengenai layanan pembuatan SIM cepat jadi yang mencatut nama Satlantas Polres Sukoharjo. Informasi tersebut tersebar luas melalui poster digital di media sosial dan aplikasi percakapan dengan menawarkan proses pengurusan SIM yang disebut mudah dan cepat.
Dalam poster yang beredar, tercantum jadwal pendaftaran, waktu pelayanan, hingga nomor kontak yang dapat dihubungi. Bahkan, layanan tersebut diklaim berlaku bagi pemilik KTP dari seluruh Indonesia dan disebut berlangsung di lingkungan Polres Sukoharjo.
Tawaran itu sempat menarik perhatian warga karena menjanjikan proses penerbitan SIM tanpa prosedur rumit. Namun, belakangan masyarakat mulai curiga setelah adanya permintaan transfer sejumlah uang ke rekening tertentu sehari sebelum pelaksanaan layanan.
Kasat Lantas Polres Sukoharjo, AKP Doohan Octa Prasetya, memastikan informasi yang beredar tersebut tidak benar dan bukan bagian dari layanan resmi kepolisian.
Menurutnya, modus seperti ini sengaja dibuat untuk memancing masyarakat yang ingin memperoleh SIM secara instan tanpa harus melalui antrean maupun prosedur resmi.
“Poster itu hoaks dan bukan layanan resmi dari Satlantas Polres Sukoharjo. Kami tidak pernah membuka layanan pembuatan SIM dengan mekanisme transfer pribadi seperti yang tercantum dalam pesan berantai tersebut,” tegas AKP Doohan Octa Prasetya saat dihubungi, Sabtu (16/5/26).
Ia menjelaskan, pelaku biasanya meminta korban menghubungi nomor tertentu melalui WhatsApp. Setelah komunikasi terjalin, korban kemudian diminta mentransfer uang dengan dalih biaya administrasi atau pemesanan kuota pelayanan.
Padahal, seluruh proses penerbitan SIM resmi tetap dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari tahapan administrasi, ujian teori, hingga ujian praktik. Tidak ada jalur khusus yang menggunakan pembayaran pribadi seperti yang ditawarkan dalam poster tersebut.
AKP Doohan juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial maupun grup percakapan sebelum melakukan pengecekan kebenarannya.
Warga diminta memastikan informasi melalui kanal resmi kepolisian atau datang langsung ke kantor Satlantas apabila menemukan informasi serupa.
Belakangan ini, modus penipuan berkedok layanan administrasi memang semakin marak. Pelaku umumnya membuat desain poster menyerupai pengumuman resmi dengan mencatut nama instansi pemerintah maupun kepolisian agar tampak meyakinkan di mata masyarakat.
Polisi turut mengingatkan warga untuk tidak sembarangan memberikan data pribadi ataupun mentransfer uang kepada pihak yang identitasnya tidak jelas, terlebih jika layanan yang ditawarkan terdengar terlalu mudah dan menjanjikan hasil instan.
Masyarakat juga diimbau segera melapor ke kantor polisi terdekat apabila menemukan modus serupa agar tidak semakin banyak korban yang tertipu. (Joko S)
KALI DIBACA
