Heboh!! SPPG Kuwasen 2 Diduga Bagi Menu MBG Gratis Berbelatung, Gegerkan Sekolah di Jepara - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Heboh!! SPPG Kuwasen 2 Diduga Bagi Menu MBG Gratis Berbelatung, Gegerkan Sekolah di Jepara

Saturday, 7 March 2026
MBG Gratis yang dibagi SPPG Kuwasen 2 Jepara dengan menu Bandeng Presto di SDN 3 Ujungbatu tidak layak konsumsi karena sudah mengandung Blatung.

JEPARA, WARTAGLOBAL.id --
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan tajam di Kabupaten Jepara setelah ditemukan dugaan makanan tidak layak konsumsi yang dibagikan kepada siswa SD Negeri 3 Ujungbatu. 

Menu MBG berupa bandeng presto dilaporkan mengandung belatung, sehingga mengejutkan para orang tua murid dan warga sekitar. Laporan awal mengenai kejadian ini diterima media pada Kamis (5/3/26) malam.

Salah satu orang tua murid kelas 4 SDN 3 Ujungbatu Yuli, mengungkapkan bahwa paket makanan tersebut diterima anaknya pada hari yang sama. Namun kondisi mengejutkan baru diketahui saat makanan dibuka di rumah.

Menurut Yuli, selama bulan Ramadhan, paket MBG dibagikan dalam bentuk makanan kering agar bisa dibawa pulang oleh para siswa. Karena itu, kondisi makanan baru diketahui sore hari menjelang waktu berbuka puasa.

“MBG mengandung belatung ini saya baru tahu sorenya saat mau buka puasa,” kata Yuli sambil memperlihatkan video bandeng presto yang tampak sudah berulat.

Ia mengaku langsung menyampaikan temuan tersebut kepada pihak sekolah melalui grup komunikasi sekolah, ternyata digroup juga sudah heboh soal bandeng presto berulat.

Guru kemudian merespons dengan meminta agar makanan tersebut tidak dikonsumsi.

“Disuruh jangan dimakan, katanya sekolah sudah menyampaikan ke pihak SPPG,” ungkapnya.

Keterangan serupa juga disampaikan oleh Sukiyem, orang tua murid kelas 5 di sekolah yang sama. Ia mengatakan bandeng presto yang diterima anaknya juga ditemukan berbelatung.

“Memang ada belatungnya, akhirnya saya kasihkan ke kucing. Saya tidak melapor ke mana-mana karena warga sekitar saya sudah banyak yang melapor ke pihak sekolah,” ujar Sukiyem.

Temuan tersebut langsung menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran di kalangan orang tua dan siswa. Di satu sisi mereka khawatir terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak, namun di sisi lain muncul rasa takut untuk melapor, karena khawatir dianggap mempermasalahkan program pemerintah.

Salah satu wali kelas di SD Negeri 3 Ujungbatu yang tidak mau disebut namanya saat dihubungi media melalui sambungan telepon WhatsApp membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengaku merasa miris setelah menerima banyak pengaduan dari orang tua murid.

“Betul, saya sebagai wali kelas menerima banyak laporan dari orang tua murid. Mereka mengatakan bandeng presto yang diterima anaknya setelah dibuka menjelang berbuka ternyata ada belatung,” ungkapnya.

Menurut penjelasan guru tersebut, pihak sekolah telah menindaklanjuti laporan para orang tua dengan menyampaikan kejadian itu kepada pihak penyedia makanan.

Menu bandeng presto tersebut diketahui didistribusikan oleh dapur SPPG Kuwasen 2. Setelah menerima laporan dari pihak sekolah, penyedia disebutkan menyatakan akan mengganti makanan tersebut.

Guru tersebut juga menyampaikan bahwa dapur yang sama tidak hanya menyalurkan makanan ke SDN 3 Ujungbatu, tetapi juga ke SMK Negeri 1 Jepara, pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi pengelola dapur SPPG Kuwasen 2 Jepara yang bertanggung jawab atas pengolahan dan distribusi makanan MBG. Program yang seharusnya menjamin asupan gizi sehat bagi anak-anak justru dipertanyakan kualitas pengawasannya ketika ditemukan makanan yang diduga sudah tidak layak konsumsi.

Kini kasus tersebut menjadi perbincangan luas dan hangat di tengah masyarakat Desa Ujungbatu. Banyak warga berharap adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaan program MBG, sehingga makanan yang diberikan kepada para siswa benar-benar aman, sehat, dan layak dikonsumsi, bukan justru menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua dan anak-anak. (Petrus)

KALI DIBACA