Solo City Meet Up di Gelar sebagai Ruang Aspirasi Anak Muda, Rabu (29/4/26).SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Solo City Meet Up yang digelar di Lokananta sebagai ruang dialog terbuka bagi generasi muda. Kegiatan tersebut dinilai menjadi wadah positif bagi anak muda untuk menyampaikan ide, gagasan, hingga kritik membangun demi kemajuan Kota Solo.
Acara ini dihadiri beragam komunitas muda dari berbagai latar belakang, mulai dari pegiat ekonomi kreatif, komunitas sosial, hingga kelompok digital. Suasana diskusi berlangsung hangat, dinamis, dan penuh interaksi antara peserta dengan pemerintah kota.
Dalam forum itu, sejumlah isu strategis dibahas bersama, seperti pengembangan ekonomi kreatif, penyediaan ruang publik yang ramah generasi muda, hingga penguatan identitas budaya lokal agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Respati Ardi menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda memiliki arti penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah membutuhkan masukan dari kalangan muda agar kebijakan yang dibuat lebih adaptif serta sesuai kebutuhan masyarakat saat ini.
“Forum seperti ini sangat penting. Anak-anak muda bisa menyuarakan aspirasi secara langsung, berbagi pengalaman, dan memberikan masukan yang jujur serta konstruktif. Pemerintah terbuka terhadap kritik sebagai bagian dari upaya bersama memajukan kota,” ujar Respati Ardi, Rabu (29/4/26).
Ia menambahkan, Pemkot Surakarta terus berupaya membuka ruang partisipasi publik yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Tak hanya menjadi tempat berdiskusi, Solo City Meet Up juga menjadi ajang mempererat jaringan antar komunitas di Kota Solo. Para peserta memanfaatkan momentum itu untuk bertukar pengalaman serta menjajaki peluang kerja sama lintas sektor.
Berbagai masukan turut disampaikan peserta, mulai dari perlunya ruang kreatif yang mudah diakses, dukungan nyata bagi komunitas lokal, hingga kebutuhan ruang publik yang nyaman bagi anak muda untuk berkegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga terlibat langsung menanggapi sejumlah pandangan peserta. Interaksi yang terjalin memperlihatkan komunikasi dua arah yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat.
Menurut Respati, pola komunikasi seperti ini harus terus dijaga agar kebijakan yang lahir benar-benar mewakili suara warga. Ia menyebut generasi muda sebagai agen perubahan yang memiliki energi besar untuk membawa kota ke arah lebih maju.
“Anak muda adalah motor penggerak perubahan. Dengan energi dan kreativitas yang dimiliki, mereka mampu menghadirkan solusi baru bagi berbagai persoalan kota. Karena itu, suara mereka harus didengar dan menjadi bagian dari pembangunan,” imbuhnya.
Usai agenda diskusi, Wali Kota melanjutkan kegiatan dengan riding bersama komunitas Guyup Rukun Vespa Smallframe. Kebersamaan tersebut berlangsung akrab dan menjadi gambaran kuatnya semangat guyub masyarakat Kota Solo.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap semakin banyak ruang dialog produktif yang melibatkan anak muda. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diyakini akan mempercepat terwujudnya Surakarta sebagai kota maju, berbudaya, inklusif, dan berdaya saing tinggi. (Joko S)
KALI DIBACA
