Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Jepara, Edy Sujatmiko, S.Sos., M.M., M.H., secara resmi membuka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Rabu (10/6/26).JEPARA, WARTAGLOBAL.id --
Semangat literasi bergema kuat dari halaman Perpustakaan Daerah Kabupaten Jepara. Di hadapan puluhan peserta terbaik tingkat SD/MI, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Jepara, Edy Sujatmiko, S.Sos., M.M., M.H., secara resmi membuka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Se-Kabupaten Jepara Tahun 2026, Rabu (10/6/26).
Sebuah ajang yang tidak hanya mencari juara, tetapi juga menanamkan budaya membaca sejak usia dini. Kegiatan yang diikuti 42 siswa pilihan dari berbagai SD dan MI se-Kabupaten Jepara ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jepara dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui literasi dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Dalam sambutannya, Edy Sujatmiko menegaskan bahwa lomba bertutur merupakan investasi besar bagi masa depan Jepara. Menurutnya, kemampuan bertutur yang baik lahir dari kebiasaan membaca, memahami, dan menghayati isi buku yang dibaca.
“Anak yang gemar membaca akan memiliki wawasan luas, karakter kuat, dan kemampuan berpikir yang lebih baik. Karena itu, lomba bertutur bukan sekadar perlombaan, tetapi gerakan membangun generasi masa depan Jepara,” kata Edy.
Suasana pembukaan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta tampil membawa cerita kepahlawanan dan legenda rakyat Jepara yang sarat nilai moral, keteladanan, serta kecintaan terhadap budaya lokal.
Di bawah kepemimpinan Edy Sujatmiko, geliat literasi di Kabupaten Jepara terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. Data kunjungan perpustakaan daerah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Ribuan pelajar, guru, dan masyarakat kini semakin aktif memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat belajar, berkarya, dan mengembangkan wawasan.
Peserta Lomba Bertutur di ikuti 42 siswa pilihan dari berbagai SD dan MI se-Kabupaten Jepara.Tak hanya itu, berbagai program inovatif literasi terus digencarkan, mulai dari pembinaan perpustakaan desa, kunjungan edukasi sekolah, hingga penguatan budaya baca di lingkungan masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya besar menjadikan Jepara sebagai daerah yang semakin maju melalui kekuatan ilmu pengetahuan.
Edy juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar dan mengembangkan diri.
“Kemenangan memang membanggakan, tetapi keberanian tampil, membaca, dan terus belajar jauh lebih penting. Setiap peserta hari ini adalah duta literasi yang membawa harapan bagi masa depan Jepara,” tegasnya disambut tepuk tangan para peserta dan pendamping.
Dengan dukungan Dana Alokasi Khusus Nonfisik dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat budaya membaca sekaligus melestarikan cerita rakyat dan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas masyarakat Jepara.
Lomba Bertutur 2026 pun menjadi momentum penting yang menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan fondasi untuk melahirkan generasi cerdas, berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, Edy Sujatmiko menunjukkan bahwa buku, literasi, dan budaya membaca tetap menjadi kekuatan utama dalam mencetak generasi emas Jepara yang berpengetahuan, berakhlak, dan berdaya saing. (Petrus)
KALI DIBACA
