Warga Desa Tigajuru Gelar Sedekah Bumi yang berlangsung penuh kekhidmatan dan kebersamaan, Jumat (5/6/26)JEPARA, WARTAGLOBAL.id --
Tradisi luhur yang telah diwariskan turun-temurun kembali hidup di tengah masyarakat. Pemerintah Desa Tigajuru, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, menggelar rangkaian kegiatan Sedekah Bumi Tahun 2026 sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya menjaga warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat desa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan selamatan bersama warga Desa Tigajuru, yang berlangsung penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Masyarakat dari berbagai unsur berkumpul untuk memanjatkan doa syukur atas nikmat kesehatan, keselamatan, dan hasil bumi yang telah diterima selama setahun terakhir.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam leluhur Desa Tigajuru. Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan kepada para pembabat alas dan pendiri desa yang telah meletakkan dasar kehidupan masyarakat hingga berkembang seperti saat ini. Doa bersama dipanjatkan sebagai ungkapan bakti kepada para leluhur sekaligus pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal.
Kepala Desa (Petinggi) Tigajuru, Khambali, S.H., menjelaskan bahwa Sedekah Bumi merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat.
"Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rezeki, kesehatan, dan hasil bumi yang diberikan kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana memohon keselamatan agar warga terhindar dari berbagai musibah dan marabahaya," ujarnya, Jumat (5/6/26).
Menurut Khambali, pelaksanaan Sedekah Bumi juga menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat serta menjaga kelestarian budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
Serangkaian kegiatan sedekah bumi, Warga Desa Tigajuru melakukan ziarah ke makam leluhur, Jumat (5/6/26).Ia menambahkan, penghormatan kepada leluhur merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat desa. Melalui ziarah dan doa bersama, masyarakat diajak untuk mengenang jasa para pendiri desa sekaligus menanamkan nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap kampung halamannya.
Lebih jauh, tradisi Sedekah Bumi juga menjadi sarana menggerakkan potensi desa. Berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat diharapkan mampu memperkuat perekonomian lokal, meningkatkan partisipasi warga, serta menumbuhkan semangat membangun desa secara bersama-sama.
Khambali menegaskan bahwa pemerintah desa bersama seluruh perangkat dan jajaran akan terus berupaya mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat dalam berbagai bidang.
"Pelayanan yang baik, pembangunan yang berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat harus berjalan seiring. Semua itu dilakukan demi mewujudkan kemakmuran, kesejahteraan, dan kemajuan Desa Tigajuru," tegasnya.
Pelaksanaan Sedekah Bumi Tigajuru 2026 menjadi bukti bahwa tradisi dan pembangunan dapat berjalan berdampingan. Di tengah perkembangan zaman, masyarakat tetap menjaga akar budaya, memperkuat nilai spiritual, dan merawat semangat kebersamaan sebagai fondasi menuju desa yang semakin maju dan harmonis.
Tradisi tetap terjaga, doa terus dipanjatkan, dan kebersamaan warga menjadi kekuatan utama dalam membangun masa depan Desa Tigajuru yang lebih sejahtera.
(Petrus)
KALI DIBACA
