Jateng Fair Dibuka,  Gubernur Ahmad Luthfi Harap Jadi Batu Loncatan Perkuat Investasi - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Jateng Fair Dibuka,  Gubernur Ahmad Luthfi Harap Jadi Batu Loncatan Perkuat Investasi

Saturday, 27 June 2026

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi resmi membuka Jateng Fair 2026 di kawasan PRPP Semarang, Jumat (26/6/2026).

SEMARANG, WARTAGLOBAL.id --
Menjelang Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, diselenggarakan Jateng Fair 2026 pada 26 Juni–5 Juli 2026. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginginkan Jateng Fair menjadi ikon, yang menampilkan capaian pembangunan, sekaligus wajah kemajuan Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Luthfi, Jateng Fair bukan sekedar agenda tahunan. Ajang tersebut merupakan etalase yang menampilkan potensi, inovasi, dan kolaborasi seluruh kabupaten/kota, organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), pelaku usaha, hingga UMKM.

"Hari ini saya bangga, Jateng Fair merupakan dapurnya Jawa Tengah. Tahun ini Jawa Tengah memasuki usia ke-81. Ini momentum bagi kita untuk terus berubah dan bergerak mengikuti perkembangan zaman. Jateng Fair harus menjadi etalase Provinsi Jawa Tengah, untuk dilihat, diamati, dan dikembangkan," kata Luthfi, saat membuka Jateng Fair 2026 di kawasan PRPP, Semarang, Jumat (26/6/2026).

Dia meminta seluruh bupati dan wali kota ikut serta mempromosikan Jateng Fair, agar semakin dikenal masyarakat. Menurut Luthfi, seluruh daerah perlu bersama-sama menjadikan ajang tersebut sebagai kebanggaan Jawa Tengah.

“Saya minta seluruh bupati dan wali kota ikut handarbeni. Kalau masyarakat belum melihat Jateng Fair, itu rugi. Mari ajak masyarakat berkunjung karena ini adalah etalasenya Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.


Gubernur mengapresiasi beragam stan yang menampilkan inovasi OPD, rumah sakit, pemerintah kabupaten/kota, hingga produk UMKM. Ke depan, dia berharap keterlibatan BUMD semakin diperkuat, sehingga tercipta konektivitas antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Menurutnya, kawasan PRPP dan Maerokoco merupakan miniatur Jawa Tengah yang harus dibangun melalui semangat kebersamaan di seluruh daerah.

Di tengah tantangan ekonomi global, Luthfi mengatakan Jawa Tengah mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,89 persen, di atas rata-rata nasional. Selain itu, Jawa Tengah juga menjadi salah satu tujuan utama investasi nasional maupun internasional.

"Triwulan pertama 2026 investasi kita mencapai Rp23 triliun, dan mampu menyerap sekitar 92 ribu tenaga kerja. Ini menandakan Jawa Tengah semakin menarik bagi investor. Jateng Fair menjadi batu loncatan untuk memperkuat investasi, baik modal maupun pengembangan sumber daya manusia," jelasnya.

Mengusung tema Action for Transformation, Luthfi mengajak seluruh pemangku kepentingan terus menghadirkan inovasi, agar pembangunan Jawa Tengah berjalan berkelanjutan.


Sementara itu, Direktur Utama PT Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah, Shafigh Pahlevi Lontoh, mengatakan Jateng Fair 2026 berlangsung selama 10 hari, mulai 26 Juni hingga 5 Juli 2026.

Dia menjelaskan, masyarakat dapat menikmati pameran secara gratis, sedangkan konser musik dikenakan tiket masuk.

Sebanyak 26 stan OPD Pemprov Jawa Tengah, 15 stan pemerintah kabupaten/kota, delapan BUMD, satu BUMN, kementerian, perguruan tinggi, lembaga keuangan, perusahaan swasta, asosiasi, komunitas, hingga pelaku UMKM, turut berpartisipasi dalam gelaran tersebut.

Selain pameran, Jateng Fair 2026 juga menghadirkan konser musik setiap malam, dan nonton bareng Piala Dunia hasil kolaborasi dengan TVRI Jawa Tengah.

Shafigh mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut, untuk melihat langsung berbagai potensi dan hasil pembangunan Jawa Tengah.

“Kami mengajak seluruh masyarakat datang ke Jateng Fair 2026. Kesuksesan acara ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, BUMN, BUMD, komunitas, asosiasi, dan seluruh pihak,” pungkasnya. (Hans)

KALI DIBACA