Polisi dan BPOM Melakukan Uji Laboratorium MinyaKita yang Diduga Berbau Aneh, Sabtu (20/6/26).WONOGIRI, WARTAGLOBAL.id --
Sejumlah penerima bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, mengeluhkan kualitas minyak goreng bantuan yang dinilai memiliki aroma tidak biasa. Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap produk minyak goreng yang dibagikan kepada masyarakat.
Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BPOM untuk mendalami dugaan tersebut. Sebanyak 37 pouch minyak goreng merek MinyaKita telah diamankan sebagai sampel untuk menjalani pengujian laboratorium.
“Masih dalam tahap uji laboratorium dan kami terus berkoordinasi dengan BPOM terkait hasil pemeriksaannya,” ujar Agung, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, langkah pemeriksaan dilakukan sebagai bentuk respons atas keluhan warga yang mempertanyakan kualitas minyak goreng bantuan yang diterima. Hasil uji laboratorium nantinya akan digunakan untuk memastikan kandungan dan mutu produk yang beredar di masyarakat.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, mengungkapkan bahwa tim gabungan telah turun langsung melakukan pengecekan di Desa Gesing, Kecamatan Kismantoro. Kegiatan tersebut melibatkan unsur pemerintah kecamatan dan desa, kepolisian, TNI, serta pihak produsen minyak goreng.
Berdasarkan hasil penelusuran sementara, permasalahan bermula ketika sejumlah warga menyampaikan keluhan kepada Kepala Desa Gesing, Jamari, pada Rabu lalu. Warga mengaku minyak goreng bantuan yang mereka terima mengeluarkan aroma yang menyerupai minyak tanah. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Bulog Wonogiri untuk segera ditindaklanjuti.
Di Kecamatan Kismantoro sendiri, tercatat sebanyak 8.665 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 10 desa dan kelurahan menerima bantuan minyak goreng. Masing-masing keluarga mendapatkan jatah empat liter minyak goreng merek MinyaKita melalui program bantuan pangan pemerintah.
Menanggapi keluhan tersebut, Pemimpin Cabang Bulog Solo, Nanang Harianto, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Bulog juga segera menarik seluruh minyak goreng yang telah didistribusikan di wilayah terdampak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Begitu menerima laporan dari penerima bantuan pangan, tim langsung melakukan pengecekan di lapangan. Seluruh minyak goreng yang sudah disalurkan di desa tersebut kami tarik dan langsung kami ganti dengan minyak goreng yang dipastikan memiliki kualitas baik,” jelas Nanang.
Hingga saat ini, proses pengujian laboratorium masih berlangsung. Aparat bersama instansi terkait terus melakukan pendalaman guna memastikan penyebab munculnya aroma tidak biasa pada minyak goreng bantuan tersebut sekaligus menjamin keamanan produk yang diterima masyarakat. (Joko S)
KALI DIBACA
