Rumah Nenek Sebatang Kara Terbakar, Diduga Dipicu Lilin saat Pemadaman Listrik - Warta Global Jateng

Mobile Menu

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

More News

logoblog

Rumah Nenek Sebatang Kara Terbakar, Diduga Dipicu Lilin saat Pemadaman Listrik

Saturday, 20 June 2026
Petugas Pemadam Kebakaran dan Polisi melakukan Pemadaman Api yang membakar Rumah Nenek Sebatang Kara di Sambirejo, Jumat (19/6/26) malam.

SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Musibah kebakaran menimpa Mbah Painem (80), seorang lansia yang tinggal seorang diri di Dukuh Telon RT 39, Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Rumah yang ditempati nenek yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu hangus terbakar pada Jumat malam (19/6/2026), diduga akibat api lilin yang digunakan sebagai penerangan saat terjadi pemadaman listrik.

Peristiwa bermula ketika wilayah Desa Sambi mengalami pemadaman listrik bergilir sejak sekitar pukul 17.30 WIB. Untuk menerangi rumahnya yang gelap, korban menyalakan sebuah lilin dan meletakkannya di atas meja.

Sekitar pukul 18.00 WIB, Mbah Painem meninggalkan rumah dan berkunjung ke kediaman tetangganya, Harso Saputro (69), sembari menunggu aliran listrik kembali normal. Namun tanpa disadari, api dari lilin diduga menyambar gorden dan dengan cepat merembet ke tempat tidur yang menggunakan kasur berbahan kapuk, sehingga memicu kebakaran besar.

Kobaran api pertama kali diketahui sekitar pukul 19.30 WIB ketika Harso melihat asap dan api membesar di bagian belakang rumah korban. Ia segera berteriak meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman.

Warga yang berdatangan berupaya menjinakkan api menggunakan peralatan sederhana dan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi. Melihat kondisi api semakin membesar, Kepala Desa Sambi, Kresna Widya Permana, segera melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Sambirejo dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sragen.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Sragen, Tommy Isharyanto, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel beserta armada Double Cabin dan Water Supply setelah menerima laporan dari pemerintah desa setempat.

“Petugas melakukan upaya pemadaman secara intensif selama kurang lebih satu jam. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan proses pendinginan selesai sekitar pukul 21.00 WIB,” jelas Tommy dalam laporan resminya, Sabtu (20/6/2026).

Akibat kebakaran tersebut, seluruh bagian belakang rumah dan sebagian besar bagian depan bangunan mengalami kerusakan parah. Api menghanguskan konstruksi kayu rumah, termasuk rangka atap, reng, usuk, hingga genting. Berbagai perabot rumah tangga seperti lemari, meja, kursi, televisi, tempat tidur, dan perlengkapan dapur juga tidak dapat diselamatkan.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Sambirejo AKP Santosa membenarkan kejadian tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun, korban mengalami syok berat hingga pingsan dan harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Sambirejo.

“Korban mengalami syok berat dan sempat pingsan di lokasi kejadian. Saat ini korban telah mendapat penanganan medis. Kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta,” ungkap AKP Santosa.

Penanganan kebakaran dan proses evakuasi berlangsung lancar berkat kerja sama berbagai unsur, mulai dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Sragen, Polsek Sambirejo, Unit Identifikasi Polres Sragen, Koramil Sambirejo, tim medis PSC Sambirejo, hingga para relawan yang turut membantu di lokasi.

Setelah kebakaran berhasil diatasi, petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan alat penerangan berbahan api seperti lilin maupun lampu teplok saat terjadi pemadaman listrik. Langkah tersebut dilakukan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari. (Joko S)

KALI DIBACA